Aksi yang diikuti sekitar 100 massa aksi dari berbagai elemen kampus,, termasuk Universitas Mataram (Unram), NW, Undikma, dan Muhammadiyah, ini menyoroti berbagai isu krusial mulai dari persoalan ketenagakerjaan hingga sektor pendidikan di Bumi Gora.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Provinsi NTB, Dra. Nunung Triningsih, M.M., turun langsung memimpin jalannya pengamanan.
Baca Juga: Kritik Melalui Unjuk Rasa Tetap Boleh, Pasal Penghinaan di KUHP Tak Larang Kritik Pemerintah
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif menyusul adanya riwayat ketegangan dan aksi saling dorong antara petugas dan massa aksi pada demonstrasi sebelumnya di lokasi yang sama.
"Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Prioritas utama adalah memastikan aspirasi rekan-rekan mahasiswa tersampaikan dengan aman dan tertib tanpa mengganggu stabilitas keamanan daerah," ujar Nunung.
Guna memastikan kesiapsiagaan anggota, Kasat Pol PP NTB menggelar apel pasukan usai massa membubarkan diri. Apel ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja di lapangan serta meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi dinamika aksi demonstrasi ke depan.
Baca Juga: Ide Kereta Gantung Rinjani Jalan Terus, Kini Pusat Kaji Dokumen Amdal
Langkah pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Satpol PP NTB dalam menjaga ketertiban umum sekaligus menjamin ruang demokrasi di Nusa Tenggara Barat tetap berjalan kondusif dan sehat.
Hingga massa membubarkan diri, situasi di depan Kantor Gubernur terpantau aman dan terkendali.
Editor : Siti Aeny Maryam