LombokPost – Lombok dipercaya menjadi lokasi pertama pelaksanaan program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) 2026. Ini merupakan program penguatan kapasitas guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang digagas Nutrifood bersama Guru Belajar Foundation.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah melalui peran strategis guru PJOK.
"Program ini digelar serentak di 24 provinsi di Indonesia tersebut mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Barat," jelas pendamping daerah NPET 2026 H Lalu Gigih Arfiandi
Antusiasme peserta pun cukup tinggi. Tercatat sekitar 200 guru PJOK mendaftar mengikuti program ini. Namun, setelah melalui tahapan seleksi bertingkat, hanya 18 peserta yang dinyatakan lolos mengikuti workshop daring dan luring.
Miq Gigih, sapaannya mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada olahraga semata, tetapi juga membentuk pola pikir sehat di lingkungan sekolah.
"Guru PJOK sekarang dituntut bukan hanya mengajarkan olahraga, tetapi menjadi agen perubahan gaya hidup sehat bagi siswa. Mulai dari aktivitas fisik, pola makan sehat, sampai kebiasaan istirahat yang baik," ujar Gigih yang juga Ketua MGMP PJOK Lombok Barat dan guru SMPN 1 Gerung.
Menurutnya, NPET 2026 hadir untuk meningkatkan kompetensi guru PJOK agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.
"Moto NPET 2026 Lombok, sehat fisiknya, hebar gurunya, maju siswa. Kami ingin guru PJOK menjadi pemimpin perubahan di sekolah," tegasnya.
Lombok dipilih menjadi lokasi perdana pelaksanaan NPET karena dinilai memiliki semangat kolaborasi yang kuat antar guru PJOK dan dukungan pemerintah daerah yang cukup baik.
Baca Juga: Motor Listrik Kian Diminati, Solusi Ramah Lingkungan dan Gaya Hidup Gen Z
Sementara itu, pendamping daerah lainnya, Hamka S.Pd menilai ini menjadi ruang belajar sekaligus wadah memperkuat jejaring guru PJOK se-Indonesia.
"Melalui program ini, guru bisa saling berbagi inspirasi dan praktik baik. Harapannya setelah kegiatan selesai, komunitas guru PJOK semakin kuat dan mampu membawa perubahan positif di sekolah masing-masing," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan berbagai unsur mulai dari pendamping daerah, pelatih daerah, PIC Nutrihub Lombok, pendampingan grup nasional, hingga tim pusat Yayasan Guru Belajar. Adapun pelatih daerah dalam kegiatan ini adalah Fathul Hadi, S.Pd dari SMPN 1 Batulayar.
Kegiatan workshop juga dihadiri sejumlah pejabat daerah sebagai bentuk dukungan nyata lintas sektor terhadap penguatan pendidikan kesehatan di sekolah. Di antaranya Kabid SMP Dikbud Lombok Barat M. Syarifudin Khalili, S.Pd.I serta Kabid Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Mataram I Gusti Bagus Bagiyasa, SH.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post