Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rahasia Sukses SPPG Karang Bongkot, Pengawasan Berlapis dan Inovasi Menu yang Bikin Ketagihan

Siti Aeny Maryam • Kamis, 4 Juni 2026 | 16:21 WIB
Penampakan menu MBG SPPG Yayasan Batu Emas Karang Bongkot Kamis (4/6).
Penampakan menu MBG SPPG Yayasan Batu Emas Karang Bongkot Kamis (4/6).
LombokPost - Menyajikan ribuan porsi makanan sehat setiap hari bukanlah perkara mudah. Namun, Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Karang Bongkot berhasil membuktikan bahwa skala besar tidak harus mengorbankan kualitas rasa dan standar gizi.

Sebagai "dapur pertama" yang dikelola oleh Yayasan Batu Emas sejak 29 September 2025, SPPG yang berlokasi di Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi ini sukses menjadi barometer SPPG lainnya berkat pengawasan kualitas yang super ketat dan penyajian variasi menu yang disukai anak-anak.

Pemimpin Yayasan Batu Emas, Muhazam, SP., menegaskan bahwa operasional di SPPG Karang Bongkot berjalan dengan standar tinggi dan tanpa kompromi.

Baca Juga: SPPG Yayasan Batu Emas Banyumulek Rutin Lakukan Evaluasi Menu Demi Jaga Selera Penerima Manfaat MBG

Setiap makanan yang keluar dari dapur harus lolos dari pengawasan ketat yang berkiblat pada arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sistem kendali mutu (quality control) di SPPG ini bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama soal penyediaan bahan baku, dimana Yayasan ini menjamin jika seluruh bahan, mulai dari sayur hingga protein, dalam kondisi segar harian dan berasal dari sumber berkualitas.

Kedua soal proses produksi. Yakni mengawasi teknik memasak kru dapur agar kandungan nutrisi dan vitamin di dalam makanan tetap utuh terjaga.

Baca Juga: Yayasan Batu Emas Mulai Operasikan SPPG Banyumulek, Layani 1.438 Penerima Manfaat 

Lalu yang ketiga soal logistik. Yayasan secara konsisten memastikan manajemen distribusi berjalan tepat waktu sehingga makanan tiba di meja siswa dalam kondisi optimal dan higienis.

"Kami tidak main-main. Setiap butir nasi dan potongan lauk yang disajikan adalah hasil dari pengawasan ketat yang mengikuti arahan Badan Gizi Nasional," tegas Muhazam.

Tim dapur SPPG Karang Bongkot Lombok Barat.
Tim dapur SPPG Karang Bongkot Lombok Barat.

Selain pengawasan di dapur, kunci sukses SPPG Karang Bongkot terletak pada strategi kurasi menu. Alih-alih menyajikan makanan yang monoton, yayasan secara berkala merancang variasi menu berbeda setiap hari yang disesuaikan dengan selera dan preferensi usia pelajar.

Buktinya, ompengan (wadah makanan) para siswa selalu kembali ke dapur dalam keadaan kosong bersih. Ketika anak-anak menyantap habis makanannya tanpa sisa, target pemenuhan gizi harian pun tercapai secara maksimal.

Saat ini, SPPG Karang Bongkot telah melayani 2.615 penerima manfaat setiap harinya. Porsi masif ini disebarkan ke 22 institusi pendidikan dari jenjang PAUD, TK, SD, SMPN 2 Labuapi, hingga SMA, yang mencakup wilayah Desa Karang Bongkot, Perampuan Kuranji, Kuranji Dalang, dan Telaga Waru.

Meski melayani ribuan perut, standar sterilisasi dan sanitasi kru dapur serta lingkungan kerja tetap ditingkatkan demi memastikan makanan bebas kuman dan aman dikonsumsi.

Lewat kombinasi pengawasan disiplin dan cita rasa menu yang "nendang" di lidah, Yayasan Batu Emas berhasil mengubah program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi momen yang paling dinantikan oleh ribuan pelajar di Kecamatan Labuapi.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Yayasan Batu Emas #SPPG #pengawasan #Mbg #menu