Langkah tegas ini diambil guna memastikan kelancaran aksesibilitas mobilitas medis dan kenyamanan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Dalam patroli wilayah tersebut, personel Satpol PP NTB menyisir area sekitar rumah sakit dan memberikan imbauan secara persuasif kepada para PKL yang menggelar lapak di sisi barat jalan.
Baca Juga: Kasat Pol PP NTB Pimpin Langsung Pengamanan Pembukaan MTQ XXXI di Lombok Tengah
Petugas meminta pedagang untuk menutup sementara lapak yang dinilai mengganggu hak pejalan kaki serta berpotensi menghambat laju ambulans yang membawa pasien darurat.
Selain PKL, penataan juga menyasar kendaraan yang memanfaatkan trotoar dan bahu jalan sebagai kantong parkir liar.
Para pemilik kendaraan langsung diminta memindahkan kendaraan mereka demi mengurai kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya.
Baca Juga: Sedang Viral di Mataram, Barger Terjual Ratusan Pieces Setiap Hari
"Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak pengamanan RSUD Provinsi NTB agar bersinergi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan, untuk bersama-sama menangani parkir kendaraan keluarga pasien yang kerap memakan bahu jalan," tulis perwakilan Satpol PP NTB dalam keterangannya.
Langkah preventif dan persuasif ini sejalan dengan komitmen RSUD Provinsi NTB yang tengah gencar melakukan pembenahan tata kelola pelayanan.
Dengan terciptanya lingkungan yang tertib dan bebas hambatan, diharapkan kualitas, kenyamanan, serta aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat NTB dapat berjalan optimal.
Baca Juga: KPK Awasi SPMB Kota Mataram 2026, Jual Beli Kursi dan Pungli Jadi Perhatian
Di hari yang sama, selain fokus pada penegakan ketertiban di kawasan pelayanan publik, personel Satpol PP NTB juga melaksanakan koordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB.
Koordinasi ini dilakukan guna memastikan kesiapan petugas dalam pelaksanaan Upacara Hari Kebangkitan Nasional (HKN) yang akan datang.
Editor : Siti Aeny Maryam