Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gubernur NTB Temui Ribuan Buruh Sawit di Malaysia, Siapkan Skema KUR demi Sikat Rentenir

Yuyun Kutari • Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:42 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berfoto dengan sejumlah PMI asal Bumi Gora, saat berkunjung ke Malaysia, belum lama ini. (IST/LOMBOK POST).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berfoto dengan sejumlah PMI asal Bumi Gora, saat berkunjung ke Malaysia, belum lama ini. (IST/LOMBOK POST).

LombokPost-Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menemui langsung, ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang bekerja di dua perkebunan kelapa sawit raksasa di Malaysia, yakni di Krau (Pahang) dan Selangor.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan perlindungan nyata, dan memperbaiki nasib para pahlawan devisa di negeri jiran.

Di Perkebunan Krau, Pahang, Gubernur Iqbal diterima langsung oleh jajaran manajemen tertinggi FGV Holdings Berhad, FELDA, dan FPM Malaysia. Sementara di Selangor, rombongan Pemprov NTB disambut oleh manajemen pengelola perkebunan sawit SD Guthrie.

Baca Juga: Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Lombok Timur Dipangkas Rp 49 Miliar

Di hadapan ribuan pekerja dan manajemen perusahaan, eks Duta Besar RI untuk Turki ini menegaskan bahwa Pemprov NTB tengah memperkuat skema pembiayaan resmi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus PMI.

Strategi ini diambil agar calon pekerja tidak lagi terjebak utang berbunga tinggi dari lintah darat atau rentenir saat proses keberangkatan.

"Kami ingin memastikan masyarakat NTB dapat berangkat bekerja ke luar negeri tanpa terbebani utang yang memberatkan. Lewat dukungan perbankan dan skema pembiayaan resmi, calon PMI harus bisa berangkat dengan lebih aman, terencana, dan punya masa depan lebih baik," tegas Gubernur Iqbal dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: Aktivasi Kembali Setelah 8 Tahun: Bank NTB Syariah Raih Plafon KUR Rp40 Miliar, Fokus Sektor Produktif dan PMI

Gubernur Iqbal juga menyoroti fenomena miris terkait pengelolaan keuangan para pekerja migran yang kerap habis tanpa bekas setelah bertahun-tahun merantau.

"Kami prihatin ketika ada PMI yang berangkat dalam kondisi ekonomi terbatas, dan setelah bertahun-tahun bekerja, masih kembali dengan kondisi yang sama. Berangkat pakai sandal jepit, pulang pakai tas keresek. Karena itu, kami ingin mendorong budaya menabung, investasi, dan pengembangan usaha produktif," sentilnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Pemprov NTB akan menggandeng Bank NTB Syariah guna mengembangkan pola literasi keuangan bagi PMI dan keluarganya. 

Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Aidy Furqan, menambahkan pemerintah daerah tengah mengkaji penguatan akses pendidikan bagi anak-anak PMI lewat konsep Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Bawaslu KLU Awasi 142 Data PMI Masuk Daftar Pemilih

Dalam kunjungan strategis ini, Gubernur NTB didampingi oleh jajaran direksi PT Bank NTB Syariah, Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti, Kepala BKPMD, Kepala Biro Perekonomian, Tim Ahli Gubernur, serta aktivis Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).

Editor : Akbar Sirinawa
#Bank NTB Syariah #NTB #Lalu Muhamad Iqbal #Pemprov NTB #pekerja migran Indonesia (PMI)