Dalam kunjungannya, Wagub yang akrab disapa Umi Dinda ini menggarisbawahi tiga poin krusial untuk para aparatur sipil negara (ASN), yakni inovasi, soliditas tim, dan benteng moral.
Umi Dinda menegaskan bahwa inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk mempercepat pelayanan publik dan akurasi data. Terlebih di tengah situasi keterbatasan anggaran (fiskal) daerah saat ini, kerja sama tim yang solid menjadi kunci utama.
Baca Juga: Pemkab Loteng Tak Tegas Hadapi Alfamart
"Kita dituntut untuk berinovasi agar ada percepatan pelayanan. Di tengah keterbatasan fiskal, pegawai harus bekerja sebagai tim. Keberhasilan adalah kebanggaan bersama, dan masalah adalah beban bersama," ujar Wagub.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub memberikan apresiasi tinggi atas capaian Dinas Perpustakaan, khususnya dalam menyukseskan program nasional Literasi Desa.
Namun, ia mengingatkan agar tantangan zaman tidak diabaikan. Perpustakaan modern di NTB dituntut tidak hanya lengkap secara fisik, tetapi juga wajib melakukan transformasi digital guna mempermudah akses literasi bagi generasi muda.
Baca Juga: Pendukung MBG di NTB Serukan Tata Kelola BGN yang Transparan
Di akhir arahannya, Wagub didampingi Kepala BKD NTB, Tribudi Prayitno, memberikan peringatan keras (wanti-wanti) kepada seluruh pegawai agar menjaga integritas dan menjadi teladan di masyarakat.
Ia menyoroti tiga momok menakutkan yang saat ini mengintai ASN, yaitu narkoba, pinjaman online (Pinjol) ilegal dan judi online.
"Kita tidak hanya gencar memerangi narkoba, tetapi juga pinjol dan judi online. Hal ini sudah sangat menghantui masyarakat, dan ASN harus menjadi contoh yang baik dengan menjauhinya," tegas Umi Dinda.
Menutup sidak tersebut, Wagub mengucapkan terima kasih atas dedikasi seluruh jajaran dinas dan berharap mereka terus menjadi motor penggerak dalam menyukseskan visi-misi pengabdian pemerintahan Iqbal-Dinda untuk masyarakat NTB.
Editor : Siti Aeny Maryam