LombokPost-Pemprov NTB mendorong penggunaan bahan baku lokal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai upaya memperkuat perekonomian daerah.
Ini juga sekaligus meningkatkan penyerapan produk hasil petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal.
Ketua Satgas MBG NTB Fathul Gani mengatakan, kebijakan tersebut menjadi arahan langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
“Supaya manfaat program nasional ini, tidak hanya dirasakan penerima program, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah,” jelasnya, Rabu (24/6).
Baca Juga: Ngadu ke Gubernur Iqbal, Pajak Petani Jagung yang Dipotong Bulog Dikembalikan
Menurutnya, Pemprov NTB bahkan berencana memperkuat kebijakan tersebut melalui penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur penggunaan bahan baku lokal dalam pelaksanaan MBG.
“Memang diarahkan akan ke sana. Malah Pak Gubernur ke depannya melalui pergub untuk mengikat,” ujar pria yang juga Asisten 1 Setda NTB tersebut.
Regulasi itu disiapkan agar penggunaan produk lokal memiliki dasar yang lebih kuat dan dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh pihak yang terlibat dalam program.
Meski Pergub belum diterbitkan, Pemprov NTB saat ini mulai mendorong kesadaran para pengelola SPPG, untuk mengutamakan bahan baku yang berasal dari daerah.
Langkah tersebut dinilai penting agar produk-produk lokal, mendapat ruang yang lebih besar dalam rantai pasok program nasional tersebut.
“Tetapi sebelum menuju ke sana, kami menghimbau untuk melakukan proses penyadaran diri, bagaimana menyerap bahan baku lokal dan mengedepankan produk-produk lokal yang diutamakan,” katanya.
Baca Juga: Belasan Dapur SPPG di Lotim Beroperasi tanpa SLHS
Dengan demikian, program yang dijalankan pemerintah pusat tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM di NTB.
“Di momen evaluasi sekarang, hal-hal seperti ini bisa jadi pembahasan dan pembenahan,” tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur Iqbal menyerukan, MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk menggerakkan ekonomi desa melalui keterlibatan petani, peternak, koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Saya minta kalau nanti program ini dijalankan, pastikan bahwa program ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal,” jelasnya.
Editor : Akbar Sirinawa