Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Investasi KEK Mandalika Harus Diimbangi SDM Lokal yang Kompeten

Yuyun Kutari • Selasa, 7 Juli 2026 | 10:05 WIB
MAGNET NTB: MotoGP Mandalika menjadi salah satu daya tarik investasi, sekaligus mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, seiring berkembangnya sektor pariwisata, infrastruktur, dan ekonomi. (IVAN/LOMBOK POST)
MAGNET NTB: MotoGP Mandalika menjadi salah satu daya tarik investasi, sekaligus mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, seiring berkembangnya sektor pariwisata, infrastruktur, dan ekonomi. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB sangat memahami, lonjakan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten. 

“Sinergi dengan dunia usaha kini terus diperkuat agar tenaga kerja daerah tidak hanya menjadi penonton, melainkan mampu terserap secara optimal,” terang Aidy Furqan, kepala Disnakertrans NTB, Senin (6/7). 

Baca Juga: Mandalika Perkuat Pintu Masuk Pembalap Dunia

Dari data yang dipaparkan, di Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Kebutuhan Tenaga Kerja dan Pelatihan yang digelar di 360 Hill Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pekan lalu Kawasan Mandalika membutuhkan 4.600 tenaga kerja formal di 10 posisi utama. 

Kebutuhan terbesar mencakup Crowd Control 900 orang, UMKM 800 orang, dan Event Support 600 orang. 

Sisanya terbagi untuk sektor kebersihan, keamanan, serta operasional lapangan seperti Marshall, Shuttle Bus, Help Desk, dan petugas parkir.

Menurutnya, forum tersebut menjadi langkah strategis ,untuk memastikan program pelatihan vokasi di NTB benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.  

“Hasilnya akan menjadi pijakan kami, sehingga program pelatihan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri,” terangnya. 

Dengan demikian, peluang dan kesempatan tenaga kerja lokal untuk terserap di pasar kerja semakin terbuka. 

Guna mencetak tenaga kerja yang siap pakai dan berdaya saing tinggi, Disnakertrans NTB akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. 

Baca Juga: 10 Ribu Unit BSPS untuk NTB Dikira Belum Ada Alokasi, Ternyata Realisasi Sudah Berjalan

Mulai dari Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Lombok Timur, pengelola KEK Mandalika, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), asosiasi industri, hingga pelaku usaha di sektor pariwisata dan jasa penunjang lainnya. 

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pelatihan tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar berbasis kebutuhan lapangan.  

Bahkan pihak BBPVP Lombok Timur telah menyatakan kesiapan, menyelenggarakan pelatihan bagi sekitar 6.000 peserta, termasuk pelatihan di bidang hospitality dengan kapasitas hingga 17 kelas secara bersamaan.

Aidy juga menyoroti pentingnya pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara detail, terutama pada sektor hospitality yang menjadi tulang punggung KEK Mandalika. 

“Beberapa kebutuhan yang mengemuka, ada housekeeping, front office, food and beverage service, engineering, penguasaan bahasa asing, hingga keterampilan digital dan sertifikasi kompetensi,” ungkapnya. 

Disnakertrans NTB saat ini tengah mendorong transformasi pelatihan vokasi, agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. 

Baca Juga: Harga Kamar Hotel Wajib Rasional Jelang MotoGP Mandalika 2026

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pelatihan berbasis kawasan, peningkatan kompetensi bahasa asing, penguatan soft skills, serta integrasi materi Artificial Intelligence (AI) dalam kurikulum pelatihan.  

Disnakertrans NTB juga mengembangkan Program Go Global atau Kelas Migran sebagai bagian dari strategi memperluas kesempatan kerja masyarakat NTB, baik di dalam negeri maupun luar negeri. 

Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal agar tidak hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan investasi.

“Seluruh hasil FGD akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk koordinasi teknis lintas lembaga,” tandasnya.

Baca Juga: NTB Tolak Beban Hosting Fee MotoGP Mandalika 2026

Dikutip dalam siaran resmi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, pengembangan KEK Mandalika membutuhkan dukungan SDM yang kompeten, khususnya pada sektor hospitality, seiring dengan meningkatnya investasi dan aktivitas pariwisata di kawasan. 

Menurutnya, KEK memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sehingga perlu didukung oleh ketersediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.     

“Ketika kita berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, salah satu jawabannya adalah KEK, karena memang dibentuk pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#investasi #pelatihan #Mandalika #Tenaga Kerja #Pariwisata