
LombokPost-MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, secara tegas menyatakan Pemprov NTB tidak akan terlibat dalam pembiayaan hosting fee, dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat.
“Nah itu urusan pemerintah pusat lah, hosting fee,” terangnya, saat ditemui Senin (29/6).
Ia menegaskan posisi Pemprov NTB dalam hal tersebut lebih sebagai pendukung kegiatan di daerah, bukan penanggung utama biaya penyelenggaraan.
Baca Juga: Klasemen MotoGP 2026 Berubah! Jorge Martin Gusur Marco Bezzecchi, Ai Ogura Menang Perdana di Assen
Dalam catatan penyelenggaraan sebelumnya, skema pembiayaan hosting fee MotoGP Mandalika mengalami beberapa perubahan signifikan.
Pada 2022 di awal penyelenggaraan MotoGP Mandalika, biaya ditanggung penuh oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebesar Rp 174,6 miliar.
Kemudian 2023, skema berubah menjadi subsidi pemerintah pusat, melalui sponsorship promosi senilai Rp 78,8 miliar.
Namun pada 2024, kebutuhan biaya melonjak tajam hingga Rp 231 miliar sehingga memunculkan polemik karena keterbatasan kemampuan APBD NTB, dan dorongan agar pemerintah pusat kembali turun tangan.
Memasuki 2025, muncul wacana sharing budget antara pemerintah pusat dan daerah, tetapi Pemprov NTB memilih menolak skema tersebut dengan alasan keterbatasan fiskal daerah.
Gubernur Iqbal menjelaskan secara regulasi, daerah memang tidak memiliki kewajiban mutlak untuk menyetor dana tersebut.
“Sebenarnya tidak ada yang mewajibkan pemerintah daerah untuk terlibat di dalam hosting fee. Tapi pemerintah daerah sebagai host, sebagai tempat, harus berkontribusi, mendukung,” beber pria asal Lombok Tengah tersebut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




