Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

CKG Jadi Benteng Awal Cegah Penyakit Kronis di NTB

Yuyun Kutari • Senin, 13 Juli 2026 | 09:01 WIB
Kepala Dikes NTB HL Hamzi Fikri. (YUYUN/LOMBOK POST)
Kepala Dikes NTB HL Hamzi Fikri. (YUYUN/LOMBOK POST)

LombokPost-Dinas Kesehatan (Dikes) NTB terus mengakselerasi pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif melalui deteksi dini faktor risiko penyakit di seluruh wilayah NTB.

“Berdasarkan data Aplikasi ASIK CKG per 5 Juli, cakupan peserta CKG di NTB telah mencapai 19,99 persen dari target tahun ini, dan angka ini terus berkembang,” terang Kepala Dikes NTB HL Hamzi Fikri, Jumat (10/7). 

Baca Juga: CKG Lotim Tertinggi di NTB

Dari total sasaran sebanyak 5.787.765 jiwa, program ini menargetkan 2.662.372 jiwa atau 46 persen, untuk mendapatkan layanan CKG sepanjang tahun ini. 

“Untuk pencapaian hingga Triwulan II, Pemprov NTB menetapkan target cakupan sebesar 23 persen,” ujarnya. 

Saat ini, Lombok Timur menjadi daerah dengan capaian tertinggi, yaitu 32,79 persen, sekaligus telah melampaui target Triwulan II. 

Disusul Lombok Utara 23,54 persen, Sumbawa Barat 22,74 persen, dan Kota Bima 22,58 persen yang juga menunjukkan progres sangat baik. 

Selain capaian cakupan, produktivitas pelayanan di fasilitas kesehatan juga terus meningkat. 

Fikri menegaskan, rata-rata kehadiran peserta di tingkat puskesmas mencapai 35 orang per hari, dengan Lombok Timur mencatat angka tertinggi, yaitu 73 peserta per puskesmas per hari. 

“Ini mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat serta optimalisasi pelayanan di lapangan,” jelas mantan kepala Direkrut RSUD NTB tersebut. 

Baca Juga: Kasus Stunting Turun, Program CKG Sasar Jutaan Jiwa

Selain capaian wilayah, pelaksanaan CKG juga menunjukkan kemajuan pada berbagai kelompok usia atau siklus hidup.

Hingga 5 Juli, cakupan pemeriksaan pada kelompok lansia mencapai 23,65 persen, menjadi yang tertinggi di antara seluruh kelompok sasaran. 

Disusul anak usia sekolah 21,41 persen, kelompok dewasa 20,41 persen, dan bayi 20,26 persen. 

Sementara itu, capaian pada balita dan pra-sekolah baru mencapai 10,11 persen, sehingga menjadi perhatian khusus untuk ditingkatkan melalui penguatan edukasi kepada orang tua, optimalisasi layanan Posyandu, Puskesmas, serta kolaborasi dengan pemerintah desa dan kader kesehatan. 

Hasil tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah bersama seluruh kabupaten/kota, dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar.  

“CKG bukan sekadar mengejar angka cakupan, tetapi merupakan investasi kesehatan masyarakat melalui deteksi dini faktor risiko penyakit,” ujarnya. 

Semakin banyak masyarakat yang melakukan pemeriksaan sejak dini, semakin besar peluang kita mencegah penyakit menjadi lebih berat dan menekan beban pembiayaan kesehatan di masa mendatang. 

“Kami mengapresiasi daerah yang telah melampaui target dan mengajak seluruh kabupaten/kota untuk terus meningkatkan kinerja sehingga target Provinsi NTB dapat tercapai bahkan terlampaui,” tegasnya. 

Baca Juga: Stunting Zona Merah: Beasantri Jadi Solusi

Dikes NTB akan terus melakukan penguatan koordinasi dengan Dikes kabupaten/kota, puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, serta lintas sektor melalui berbagai strategi. 

Seperti meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat CKG, memperluas pelayanan melalui pendekatan jemput bola, dan kegiatan berbasis komunitas dan memberikan pendampingan kepada daerah yang masih berada di bawah target agar terjadi percepatan cakupan. 

Bagaimana pun, ini merupakan salah satu strategi nasional dalam memperkuat transformasi layanan kesehatan primer, melalui pendekatan promotif dan preventif. 

“Program ini tujuannya jelas, mendeteksi faktor risiko kesehatan, kondisi pra-penyakit, serta penyakit sejak dini sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan lebih cepat dan meningkatkan kualitas hidup,” ungkap Fikri. 

Dikes NTB mengajak seluruh masyarakat yang belum mengikuti CKG, untuk segera memanfaatkan layanan tersebut di puskesmas terdekat. 

“Dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat, cepat, dan efektif,” tandasnya. 

Baca Juga: 639 Atlet Lotim yang Akan Bertanding di Porprov NTB Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Kepala Dikes Lombok Timur Lalu Aries Fahrozi merasa bersyukur bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam CKG terus menunjukkan tren positif. “Alhamdulillah, ini bagus,” ujarnya. 

Hasil pemeriksaan CKG di Lombok Timur didominasi temuan penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes yang termasuk dalam 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, seperti hipertensi dan diabetes. 

Menurutnya, deteksi dini melalui CKG sangat penting karena penyakit tersebut dapat dikendalikan jika diketahui lebih awal, baik melalui pemeriksaan rutin, pengobatan teratur, maupun penerapan pola hidup sehat.

Editor : Akbar Sirinawa
#Cek Kesehatan Gratis (CKG) #Posyandu #Kesehatan #Fasilitas Kesehatan #NTB