LombokPost – Kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang terus meningkat di Indonesia. Tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia (lansia), penyakit ini kini juga banyak ditemukan pada usia produktif.
Kondisi tersebut mendorong perlunya edukasi yang lebih masif agar masyarakat memahami pentingnya pola makan sehat dan gaya hidup aktif sebagai langkah pencegahan.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim dosen bersama mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mataram menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pemanfaatan Potensi Bahan Pangan Lokal untuk Penderita Hipertensi di Lingkungan Karang Pande, Kelurahan Abian Tubuh Baru, Sandubaya, Mataram.
"Kegiatan ini diikuti sekitar 30 warga lansia itu berfokus pada peningkatan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat dalam mengelola hipertensi melalui penerapan pola makan berbasis Diet DASH," jelas Ketua tim pengabdian, Retno Wahyuningsih S.Gz., M.Gizi.
Selama kegiatan, peserta tidak hanya mendapatkan penyuluhan mengenai penyebab, faktor risiko, bahaya, hingga cara mencegah hipertensi.
Tim pengabdi juga memberikan demonstrasi pengolahan kudapan sehat berbahan pangan lokal yang sesuai dengan prinsip Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
Baca Juga: Poltekkes Kemenkes Mataram Bekali Kader PKK Lab Health Pocket untuk Tangani PTM
Lebih lanjut, Retno menjelaskan bahwa Diet DASH merupakan pola makan yang dianjurkan bagi penderita hipertensi karena menekankan konsumsi makanan rendah lemak jenuh, kolesterol, dan lemak total.
Di sisi lain, pola makan ini memperbanyak konsumsi buah, sayuran, susu rendah lemak, gandum utuh, serta kacang-kacangan.
"Potensi pangan lokal sangat besar untuk mendukung pola makan sehat. Karena itu kami ingin masyarakat mampu memanfaatkan bahan pangan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya mengendalikan tekanan darah," ujarnya.
Dalam praktiknya, tim memperagakan cara membuat kukus sawi tahu sebagai salah satu menu sehat yang dinilai cocok bagi penderita hipertensi.
Menu tersebut dipilih karena tahu merupakan produk unggulan masyarakat Karang Pande, Abian Tubuh, sehingga mudah diperoleh dengan harga terjangkau.
Selain diolah tanpa menggunakan minyak sehingga lebih rendah lemak jenuh, kombinasi sawi dan tahu juga mengandung kalium serta kalsium yang berperan membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Tidak hanya itu, peserta juga diajarkan membuat kudapan sehat lainnya berupa jemblem singkong dan minuman Jus Semangat, perpaduan semangka dan tomat yang kaya vitamin serta antioksidan.
Baca Juga: Manjakan Pengguna Skutik, Kelas MAXi Race Siap Guncang Lintasan Mandalika
Anggota tim pengabdian Joyeti Darni S.Gz., M.Gizi, mengatakan kegiatan tersebut juga melibatkan kader kesehatan setempat. Mereka dibekali kemampuan melakukan deteksi dini hipertensi sekaligus menjadi agen edukasi mengenai pemanfaatan pangan lokal kepada masyarakat secara berkelanjutan.
"Dengan keterlibatan kader, kami berharap edukasi tidak berhenti setelah kegiatan ini selesai.
Mereka dapat terus mendampingi masyarakat untuk memantau tekanan darah dan menerapkan pola makan yang lebih sehat," katanya.
Sementara itu, anggota tim lainnya, Yuli Laraeni, SKM., M.PH, berharap program pengabdian tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah hipertensi sejak dini.
Menurutnya, pemberdayaan kader dan pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi langkah strategis untuk membangun kebiasaan makan sehat sekaligus menekan angka kasus hipertensi di tengah masyarakat.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post