LombokPost — Peringatan Hari Koperasi menjadi momentum penting untuk membakar kembali spirit beroperasi serta memperkuat eksistensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTB menggelar rangkaian kegiatan selama dua hari yang melibatkan keterlibatan aktif berbagai pelaku koperasi dan masyarakat luas.
Ketua Dekopinwil NTB, Anis Mudjitahid Akbar, menyampaikan bahwa kegiatan hari pertama diisi dengan bazar UMKM yang menjadi ajang bagi koperasi untuk berpartisipasi dan mempromosikan produk-produk unggulannya.
Baca Juga: Koperasi di NTB Bakal Rebranding Total
Selain bazar dan aksi donor darah yang telah berlangsung, puncak acara pada hari kedua akan disemarakkan dengan jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga layanan servis sepeda motor gratis.
"Ini momentum untuk kita bisa merevitalisasi lagi spirit beroperasi. Koperasi itu segmen utamanya adalah UMKM. Melalui kegiatan ini, kami dari Dekopinwil bersama pemerintah daerah berkomitmen memberikan ruang bagi mereka agar bisnisnya bisa tumbuh dan bangkit kembali," ujar Anis.
Soroti Manajemen Koperasi dan Program Pendataan Ulang
Baca Juga: Pemkot Usulkan Tiga Lokasi Gerai Koperasi Merah Putih Baru
Menanggapi stigma masyarakat mengenai kondisi sebagian koperasi yang terkesan "hidup segan mati tak mau", Anis menegaskan bahwa Dekopinwil NTB akan mengambil langkah pembinaan yang terarah dan langsung (direct approach).
Menurut analisisnya, penyebab utama minimnya koperasi yang aktif lebih didominasi oleh kendala tata kelola manajemen.
"Faktor utama mereka tidak aktif lebih dominan karena proses manajemen yang salah. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan skill dan kompetensi pengurus melalui literasi, pendidikan, hingga sertifikasi manajemen," jelasnya.
Baca Juga: Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kota Mataram Baru 50 Persen
Berdasarkan data awal Dekopinwil NTB, dari sekitar 4.000 unit koperasi yang terdaftar di NTB, baru sekitar 80 unit yang teridentifikasi beroperasi secara sehat.
Ketimpangan jumlah ini memicu Dekopinwil untuk segera melakukan pendataan menyeluruh serta pemetaan masalah (issue mapping) guna merumuskan solusi pembinaan yang tepat sasaran.
Rangkaian ajang ini diharapkan dapat membangun kembali kepercayaan diri para pelaku UMKM dan koperasi sehingga ekosistem ekonomi kerakyatan di NTB dapat kembali bergeliat.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Liputan