LombokPost -
"Alam tidak pernah terburu-buru, dan kami belajar dari itu."
Filosofi sederhana namun mendalam ini menjadi fondasi bagi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dalam mengawal proses reklamasi dan pemulihan ekosistem di kawasan operasinya.
Bagi AMMAN, reklamasi bukan sekadar agenda rutin untuk "menanam lalu pergi". Sebaliknya, pengelolaan lingkungan dilakukan secara komprehensif dan berjalan berdampingan seiring dengan kegiatan operasional pertambangan.
Hingga akhir tahun 2025, AMMAN mencatatkan rekam jejak signifikan dengan memulihkan 859,61 hektare lahan. Dalam proses pemulihan tersebut, lebih dari 2 juta pohon telah ditanam, memanfaatkan 99 jenis bibit tanaman yang didominasi oleh spesies flora asli Sumbawa.
Penggunaan tanaman lokal ini menjadi kunci untuk memastikan ekosistem asli dapat terbentuk kembali secara alami dan berkelanjutan.
Baca Juga: Smelter Tembaga AMMAN di Sumbawa Barat Resmi Rampung, Siap Olah 900 Ribu Ton Konsentrat Per Tahun
Pemulihan lingkungan di area bekas tambang membutuhkan pendekatan berbasis sains yang cermat. AMMAN tidak hanya berfokus pada penutupan tajuk hijau di permukaan, melainkan juga melakukan pemantauan ketat terhadap berbagai parameter ekologi vital.
Komitmen ini dibuktikan melalui pemantauan ekologi yang menyeluruh, mulai dari menjaga kesuburan tanah dan perkembangan mikroba di bawah permukaan, menganalisis perubahan iklim mikro serta menekan laju erosi, hingga mengamati bertumbuhnya flora dan kembalinya keanekaragaman fauna lokal ke area reklamasi secara bertahap.
Hasil dari pendekatan ilmiah ini mulai terlihat nyata. Indeks vegetasi (Normalized Difference Vegetation Index / NDVI) di beberapa titik area reklamasi AMMAN kini semakin mendekati kondisi hutan alami sebuah indikator kuat bahwa proses pemulihan ekosistem terus berkembang positif dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Amman Mineral Kantongi Izin Ekspor 480 Ribu Metrik Ton Konsentrat Tembaga
Pemulihan lahan bekas pertambangan merupakan maraton jangka panjang yang membutuhkan konsistensi. AMMAN menegaskan komitmennya untuk terus menjaga agar rantai pemulihan ini tidak terputus.
Sebab, ketika alam diberikan ruang dan waktu yang tepat untuk pulih dengan caranya sendiri, tugas industri adalah memastikan bahwa proses pemulihan itu berjalan, terukur, dan berdampak nyata bagi kelestarian lingkungan Sumbawa di masa depan.
Sumber : instagram amman