Kasih Sayang Orang Tua Hak Terbesar Anak, Gubernur dan Bunda PAUD NTB Hadiri Peringatan HAN 2026.

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 12:44 WIB
HAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bunda PAUD NTB Sinta Agathia ikut bermain dengan anak-anak saat peringatan HAN Tingkat NTB 2026 di Pendopo Gubernur NTB, Ahad (26/7). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)
HAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bunda PAUD NTB Sinta Agathia ikut bermain dengan anak-anak saat peringatan HAN Tingkat NTB 2026 di Pendopo Gubernur NTB, Ahad (26/7). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)

LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan satu pesan penting yang menjadi ruh peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

“Setiap anak berhak tumbuh dalam kasih sayang orang tua, karena kasih sayang adalah fondasi utama lahirnya generasi yang sehat, tangguh, dan bahagia, termasuk bagi anak-anak yang orang tuanya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI),” kata Gubernur Miq Iqbal saat menghadiri peringatan HAN Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 di Pendopo Gubernur NTB, Ahad (26/7).

Gubernur Miq Iqbal bersama Bunda PAUD Provinsi NTB Sinta Agathia nampak menyapa dan membaur di tengah keceriaan ratusan anak-anak yang memenuhi Pendopo Gubernur NTB hingga sepanjang ruas jalan raya. Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda, para kepala OPD, serta NGO yang bergerak di bidang perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2026: Semua Setara, tetapi Sudahkah Semua Anak Riang Berwisata?

Menurut Gubernur Miq Iqbal, Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan. Melainkan momentum mengingatkan semua pihak bahwa anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan, tetapi juga kehadiran orang tua yang menghadirkan rasa aman, dicintai, dan didengar.

"Tugas kita bersama memastikan anak-anak kita tumbuh ceria. Kita penuhi seluruh kebutuhannya, dan kebutuhan yang paling penting adalah kasih sayang. Karena itu, pesan saya kepada seluruh orang tua, hadirlah untuk anak-anak kita," ujarnya.

Sebagai wujud nyata pesan tersebut, Gubernur Miq Iqbal tidak hanya menyampaikannya dari atas panggung. Di hadapan ratusan anak langsung melakukan dialog melalui sambungan zoom dengan sejumlah orang tua asal NTB yang tengah bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Baca Juga: Ketika Senyum Anak Merekah di Balik Tembok Pembinaan LPKA Lombok Tengah, Tawa dan Haru Mewarnai Penyerahan Remisi Hari Anak Nasional 2026

Suasana seketika berubah haru ketika para orang tua menyapa anak-anak mereka dari negeri seberang. Momentum itu dimanfaatkan Gubernur Miq Iqbal untuk mengingatkan bahwa keberhasilan mencari nafkah tidak boleh mengurangi perhatian dan kasih sayang kepada keluarga.

"Peran ayah dan ibu tidak pernah tergantikan oleh jarak. Gunakan waktu senggang atau di luar jam kerja untuk menghubungi anak-anak. Sapaan yang sederhana, perhatian yang tulus, dan komunikasi yang rutin akan membangun kehangatan, kedekatan, semangat, sekaligus kebanggaan anak kepada orang tuanya," pesannya kepada para PMI.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, komunikasi yang terjaga akan membuat anak tetap merasa dicintai, dihargai, dan memiliki tempat untuk berbagi cerita, meskipun orang tua berada ribuan kilometer jauhnya.

Baca Juga: Alfamart Perkuat Upaya Cegah Stunting Lewat Edukasi Gizi pada Hari Anak Nasional, Lengkapi Program Satu Telur Sehari

Salah satu tantangan sosial yang dihadapi NTB adalah tingginya jumlah masyarakat yang bekerja sebagai PMI. Kondisi tersebut menyebabkan tidak sedikit anak tumbuh tanpa pendampingan langsung dari ayah atau ibunya. Sehingga berpotensi menghadapi persoalan psikologis maupun sosial apabila tidak diimbangi perhatian yang memadai.

"Kita tidak ingin melahirkan generasi yang menyimpan kegelisahan yang tidak terselesaikan hingga menjadi persoalan sosial di masa depan," tegasnya.

Menyadari besarnya tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB tengah mengembangkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lombok Timur yang telah memperoleh persetujuan Menteri Sosial dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Program ini diproyeksikan menjadi ruang pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan bagi anak-anak pekerja migran secara gratis di bawah tanggung jawab negara.

Namun demikian, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa kehadiran negara tidak akan pernah menggantikan peran keluarga.

"Bayarnya bukan dengan uang, tetapi dengan komitmen melakukan video call kepada anak sekurang-kurangnya satu kali dalam seminggu. Dengan begitu komunikasi tetap terjalin dan anak-anak tetap merasakan perhatian serta kasih sayang orang tuanya," jelasnya.

Selain memperkuat peran keluarga, Pemerintah Provinsi NTB juga terus membangun lingkungan yang aman bagi anak melalui kolaborasi bersama Forkopimda, Kantor Wilayah Kementerian Agama, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, pemerintah mungkin tidak selalu mampu menghadirkan orang tua secara fisik di sisi anak. Tetapi negara memiliki kewajiban memastikan setiap ruang tempat anak belajar, bermain, dan bertumbuh menjadi lingkungan yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Kita akan memastikan tempat-tempat di mana anak-anak berada menjadi tempat yang aman. Proses ini membutuhkan kerja bersama dan dukungan seluruh pihak, termasuk media," katanya.

Suasana Hari Anak Nasional semakin hangat ketika Gubernur Miq Iqbal turun dari panggung dan duduk bersama ratusan anak untuk mendongeng. Tawa riang beberapa kali pecah ketika tokoh-tokoh dalam cerita diperankan dengan penuh ekspresi.

Di balik kisah sederhana itu, Gubernur Miq Iqbal menyisipkan pesan-pesan penting tentang kehidupan, yakni mengajak anak-anak untuk selalu menghormati dan mendengarkan nasihat orang tua sebagai bentuk bakti kepada keluarga.

Gubernur Miq Iqbal juga mengingatkan agar anak-anak tidak mudah mempercayai atau mengikuti ajakan orang yang tidak dikenal sebagai salah satu cara melindungi diri dari kekerasan seksual maupun berbagai bentuk kejahatan terhadap anak.

“Pendidikan karakter tidak selalu lahir dari ruang kelas. Cerita sederhana yang disampaikan dengan kasih sayang pun mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan melekat dalam ingatan anak hingga mereka dewasa,” katanya.

Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi NTB Sinta Agathia mengatakan Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan seremonial. Melainkan ruang bagi anak-anak untuk bertemu, belajar, berbagi pengalaman, dan membangun rasa percaya diri melalui interaksi dengan teman-teman dari berbagai daerah di NTB.

"Anak-anak memperoleh banyak pengetahuan ketika bertemu dengan teman-temannya. Mereka saling berbagi cerita, saling mengenal, dan belajar satu sama lain. Itulah kebahagiaan yang ingin kita hadirkan melalui Hari Anak Nasional," ujarnya.

Mengakhiri peringatan Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Iqbal mengajak seluruh masyarakat menjadikan keluarga sebagai tempat pertama menanamkan kasih sayang, akhlak, dan karakter kepada anak-anak.

Menurutnya, sekolah dapat mengajarkan ilmu pengetahuan dan negara dapat menghadirkan berbagai program perlindungan, tetapi kehangatan keluarga tetap menjadi fondasi utama yang membentuk kepribadian seorang anak.

"Membangun jalan, sekolah, dan infrastruktur adalah investasi pembangunan. Namun membangun anak-anak yang tumbuh dalam kasih sayang adalah investasi peradaban," tegasnya.

Sebab, masa depan NTB dan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa megah infrastruktur yang dibangun hari ini, tetapi oleh seberapa utuh kasih sayang yang diterima setiap anak sejak mereka tumbuh di dalam keluarga.

Dari keluarga yang hangat akan lahir generasi NTB yang sehat, berkarakter, berdaya saing, dan siap mewujudkan Indonesia Emas 2045. (lil/diskominfotikntb)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
hari anak nasional Bunda PAUD Sekolah Rakyat HAN NTB