Sumbawa dan Bima Pacu Realisasi Proyek Strategis Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 19:33 WIB
MELANGKAH PASTI: Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot (tengah) bersama Direktur Operasional Bisnis II PT Berdikari I Putu Yustika (dua dari kanan), memperlihatkan dokumen MoU kerja sama pengembangan Proyek HAT, di ruang rapat H Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (23/7). (KOMINFOTIKSANDI SUMBAWA FOR LOMBOK POST)
MELANGKAH PASTI: Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot (tengah) bersama Direktur Operasional Bisnis II PT Berdikari I Putu Yustika (dua dari kanan), memperlihatkan dokumen MoU kerja sama pengembangan Proyek HAT, di ruang rapat H Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (23/7). (KOMINFOTIKSANDI SUMBAWA FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Sumbawa mulai berproses. Pemkab Sumbawa dan PT Berdikari, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar pengembangan industri peternakan ayam terintegrasi di daerah, Kamis (23/7).

"Alhamdulillah, kita berproses ke arah yang lebih serius,” kata Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot,

Direktur Operasional Bisnis II PT Berdikari I Putu Yustika langsung bertemu dengannya dan sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Sumbawa. 

Kesepakatan itu menjadi langkah awal untuk mempercepat realisasi investasi di sektor peternakan. Menurut Bupati Jarot, kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi ayam, tetapi juga membangun industri peternakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.  

“Ini menjadi awal yang baik bagi percepatan realisasi proyek HAT di Sumbawa,” ujarnya. 

Baca Juga: Jawa Tengah Makin Dilirik Investor, Peternakan Sapi Perah Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun

Sebelum penandatanganan MoU, Pemkab Sumbawa bersama tim PT Berdikari telah meninjau sejumlah lokasi yang diusulkan sebagai kawasan pengembangan proyek. 

Empat lokasi yang diajukan yakni Kerekeh, Labangka, Moyo Hulu, dan Teluk Santong. Namun, Jarot menegaskan, lokasi pembangunan belum diputuskan. 

Seluruh kawasan yang diusulkan masih akan diverifikasi dan dikaji secara teknis oleh perusahaan, untuk menentukan lokasi yang paling sesuai. 

“Selanjutnya PT Berdikari akan melakukan verifikasi dan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang paling layak dan sesuai dengan kebutuhan proyek,” tegasnya. 

Ia berharap proses kajian dapat segera rampung sehingga tahapan berikutnya bisa berjalan sesuai rencana. 

Pemkab Sumbawa, kata dia, akan mendukung seluruh proses, baik dari sisi administrasi maupun kebutuhan lainnya.  

Bupati Jarot menilai investasi tersebut akan memperkuat posisi Sumbawa, sebagai salah satu pusat pengembangan industri perunggasan di kawasan timur Indonesia. 

Kehadiran proyek itu juga diyakini akan membuka lapangan kerja baru, memperkuat peternakan rakyat, serta mendorong tumbuhnya industri turunan di daerah.  

Baca Juga: Usaha Peternakan Unggas Banyak Diminati Warga Program Desa Berdaya Tematik

Pemkab Sumbawa siap mendukung penuh implementasi program ini, terutama dalam penyediaan lahan, penguatan kelembagaan peternak, serta pembangunan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Bupati Jarot memandang, dampak proyek tidak hanya dirasakan oleh investor, tetapi juga masyarakat. 

Selain menyerap tenaga kerja, investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak lokal melalui terbentuknya ekosistem usaha peternakan yang lebih kuat dan terintegrasi.

“Semoga seluruh proses dapat berjalan dengan lancar sehingga proyek ini segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” harapnya. 

Di sisi lain, Pemkab Bima terus mempercepat realisasi program HAT. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Bappeda Bima dan OPD terkait mendampingi kunjungan lapangan, jajaran pimpinan PT Berdikari di Kecamatan Madapangga, Jumat (24/7). 

“Peninjauan lapangan ini dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Desa Madawau dan Desa Tolonggeru,” terang Kepala Bappeda Bima Hariman. 

Kedua desa tersebut dinilai sebagai kawasan yang paling ideal dan memenuhi persyaratan teknis biosecurity untuk industri peternakan terintegrasi.  

Peninjauan ini merupakan langkah nyata, untuk memantapkan kerja sama pengembangan Proyek Strategis Nasional HAT di Bima. 

Langkah ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Direksi PT Berdikari di Jakarta, pada Juni lalu.  

Baca Juga: Dorong Kontribusi Sektor Jasa Keuangan, OJK Jatim Bangun Ekosistem Digital Berkelanjutan Lewat Sektor Peternakan

Dengan meninjau langsung potensi lokasi, kesiapan lahan, serta dukungan infrastruktur sebagai dasar pengembangan investasi di sektor peternakan, ini menjadi bagian dari pemantapan kerja sama pengembangan HAT.

Hariman mengatakan, peninjauan potensi kawasan dan kesiapan infrastruktur di lapangan menjadi dasar krusial sebelum masuk ke tahap eksekusi investasi. 

“Kami berkomitmen penuh untuk memfasilitasi seluruh kebutuhan administrasi maupun teknis pendukung agar proyek BUMN ini dapat berjalan lancar,” ujarnya. 

Melalui sinergi yang kuat antara Pemkab Bima dan PT Berdikari, kehadiran investasi HAT diharapkan mampu membawa dampak signifikan bagi perekonomian daerah.

“Bisa memberikan nilai tambah bagi sektor peternakan, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tandasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
ayam investasi industri peternakan Sumbawa Bima