Usaha Peternakan Unggas Banyak Diminati Warga Program Desa Berdaya Tematik

LombokPost-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB menyambut positif, tingginya minat kepala desa penerima bantuan stimulan program Desa Berdaya yang mengajukan proposal, pengembangan usaha peternakan.
Kepala Disnakeswan NTB Muhamad Riadi mengatakan, ini menjadi bukti budaya beternak, masih kuat di tengah masyarakat NTB sekaligus memiliki prospek besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi desa. “Alhamdulillah, ini sangat bagus dong,” ujarnya.
Menurut Riadi, sejak awal pembahasan Program Desa Berdaya, budidaya ayam petelur banyak dipilih sebagai salah satu usaha paling potensial untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama keluarga miskin ekstrem.
Usaha tersebut dinilai mampu menghasilkan pemasukan setiap hari melalui produksi telur, sehingga lebih cepat memberikan manfaat ekonomi dibandingkan usaha lainnya.
Ia menjelaskan, peluang pasar telur juga cukup besar. Selain diproyeksikan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), permintaan telur dari masyarakat juga terus tinggi.
Di sisi lain, telur memiliki kandungan protein yang berperan penting dalam pemenuhan gizi dan upaya pencegahan stunting.
“Saya senang, target produksi kami di Disnakeswan bisa terlampaui, kemudian pendapatan masyarakat miskin juga bisa tercipta,” jelasnya.
Dicontohkannya, keluarga miskin ekstrem yang memelihara 20 ekor ayam petelur berpotensi menghasilkan sekitar 18 butir telur per hari.
Dengan harga jual sekitar Rp 2 ribu per butir, setelah dikurangi biaya pakan, keluarga tersebut masih memperoleh tambahan pendapatan tanpa meninggalkan pekerjaan utamanya.
Program Desa Berdaya dijalankan melalui dua skema, yakni Desa Berdaya Tematik dan Desa Berdaya Transformatif.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




