Dorong Ahli Waris Bangkit dan Mandiri melalui Kegiatan PEKA, Pojok PEKA Akan Jadi Ruang Pemasaran Produk Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan NTB

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 13:45 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan kegiatan Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan (PEKA) pada Rabu, 29 Juli 2026.
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan kegiatan Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan (PEKA) pada Rabu, 29 Juli 2026.

LombokPost — BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan kegiatan Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan (PEKA) pada Rabu, 29 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian berkelanjutan kepada penerima manfaat atau ahli waris peserta yang mengalami risiko Jaminan Kematian (JKM).

Diikuti oleh 20 penerima manfaat, kegiatan PEKA tidak hanya memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan dana manfaat secara bijak, produktif, dan berkelanjutan.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Lotim Berikan Jaminan Kecelakaan Kerja pada Keluarga Nelayan Suryawangi yang Hanyut

Para peserta juga memperoleh pelatihan serta pendampingan langsung dalam membuat American banana cookies dan donat.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan membantu penerima manfaat mengelola sebagian dana JKM sebagai modal produktif untuk membangun sumber penghasilan baru dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan NTB Sosialisasikan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Serahkan Manfaat Rp84 Juta di Kelurahan Cakranegara Selatan Baru

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Nusa Tenggara Barat, Nasrullah Umar, menyampaikan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak berhenti pada penyerahan manfaat kepada peserta maupun ahli waris, tetapi perlu dilanjutkan melalui kegiatan pemberdayaan yang memberikan dampak ekonomi secara nyata.

“Melalui kegiatan PEKA, kami ingin memastikan bahwa manfaat yang diterima tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat dikelola secara produktif untuk mendukung keberlanjutan ekonomi keluarga. Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal awal bagi penerima manfaat untuk berani memulai usaha, meningkatkan kemandirian, dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Nasrullah Umar.

Menurutnya, pelatihan pembuatan makanan dipilih karena memiliki peluang pasar yang luas dan dapat dimulai dari skala rumah tangga dengan modal relatif terjangkau.

Baca Juga: Baru 24 Persen Pekerja NTB Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, DPR RI Dorong Perluasan Kepesertaan 

“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat dipraktikkan serta dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing peserta. Produk seperti cookies dan donat memiliki peluang untuk dipasarkan di lingkungan sekitar maupun dikembangkan sebagai usaha rumahan,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan NTB berencana menghadirkan Pojok PEKA di kantor cabang. Pojok ini akan menjadi ruang promosi dan pemasaran bagi produk-produk yang dihasilkan oleh penerima manfaat serta ahli waris peserta.

“Ke depan, kami akan menyiapkan Pojok PEKA di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nusa Tenggara Barat. Produk hasil usaha para penerima manfaat dan ahli waris nantinya dapat dipasarkan dan dijual di kantor kami. Inisiatif ini diharapkan membuka akses pasar sekaligus mendorong perputaran ekonomi penerima manfaat secara langsung,” jelas Nasrullah Umar.

Kehadiran Pojok PEKA diharapkan dapat menjembatani keterampilan produksi dengan akses pemasaran. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang cara membuat produk, tetapi juga memiliki ruang untuk memperkenalkan dan menjual hasil usahanya kepada pengunjung serta masyarakat yang datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan NTB.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta terlibat langsung dalam setiap tahap pembuatan produk, mulai dari pengenalan bahan, pengolahan adonan, proses memasak, hingga penyajian. Pendekatan praktik ini membuat peserta memperoleh pengalaman yang dapat langsung diterapkan setelah kegiatan berakhir.

Melalui kegiatan PEKA dan rencana pembentukan Pojok PEKA, BPJS Ketenagakerjaan NTB membangun ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi, mulai dari edukasi pengelolaan keuangan, penguatan keterampilan produksi, hingga dukungan promosi dan pemasaran.

Inisiatif tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi penerima manfaat dan ahli waris untuk mengubah keterampilan menjadi peluang usaha. Dengan demikian, manfaat JKM tidak hanya memberikan perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga dapat menjadi fondasi untuk membangun kemandirian dan keberlanjutan ekonomi keluarga.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post Online
PEKA ahli waris BPJS Ketenagakerjaan Ketahanan Ekonomi JKM