NTB Siapkan Village Breeding Center di Lombok Timur

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 14:28 WIB
KOMODITAS DAERAH: Sapi potong milik peternak di NTB yang diikat sebelum dipasarkan, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)
KOMODITAS DAERAH: Sapi potong milik peternak di NTB yang diikat sebelum dipasarkan, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Pemprov NTB mempercepat persiapan pembangunan Village Breeding Center (VBC) di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, sebagai upaya memperkuat pengembangan pembibitan sapi potong berbasis desa. 

“Kami sudah bahas dalam rapat koordinasi dengan Pemkab Lombok Timur,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB Muhamad Riadi.

Ia menjelaskan, program Village Breeding Center bertujuan meningkatkan mutu genetik, produktivitas, dan populasi sapi potong secara berkelanjutan melalui sistem pembibitan yang terintegrasi. 

Baca Juga: Peternakan Jadi Tumpuan Tekan Kemiskinan, Pemkab Loteng Gelontorkan Bantuan Peternakan 2026

Kecamatan Pringgasela dipilih, karena selama ini dikenal sebagai salah satu sentra atau lumbung peternakan sapi rakyat yang sangat potensial di Pulau Lombok.

Melalui Village Breeding Center, pengembangan pembibitan sapi potong akan dilakukan secara terpadu dengan mengintegrasikan seleksi induk, pelayanan reproduksi, recording ternak, pelayanan kesehatan hewan, penyediaan pakan, penguatan kelembagaan peternak, hingga pemasaran bibit. 

“Di sini, kita mengintegrasikan seleksi induk, pelayanan reproduksi, recording ternak, kesehatan hewan, penyediaan pakan, penguatan kelembagaan peternak, dan pemasaran bibit secara terpadu,” jelasnya.

Selama pembahasan dengan Pemkab Lombok Timur, disepakati bersama bahwa Desa Timbanuh sebagai lokasi pelaksanaan Village Breeding Center.

Penetapan lokasi dilakukan berdasarkan sejumlah variabel, yakni jumlah populasi sapi betina produktif, kelembagaan peternak, serta ketersediaan pakan yang dinilai mendukung keberhasilan program. 

Sebagai informasi, NTB menempati posisi penting dalam peta peternakan nasional. Populasi sapi potong berada di urutan keempat nasional setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Usaha Peternakan Unggas Banyak Diminati Warga Program Desa Berdaya Tematik

Kerbau menempati urutan keempat, kuda urutan ketiga, kambing urutan ketujuh, ayam kampung urutan ke-12 dari 38 provinsi, serta itik berada di peringkat ke-13 nasional.    

Keunggulan ini diperkuat oleh ketersediaan lahan sumber pakan ruminansia/herbivora seluas 1.692.694 hektare, terdiri atas 353.025 hektare atau 20,85 persen di Pulau Lombok dan 1.339.669 hektare atau 79,15 persen di Pulau Sumbawa.    

Daya tampung ternak herbivora NTB mencapai 1.585.103 Unit Ternak (UT) atau setara 2.219.144 ekor, dengan potensi pengembangan tambahan sebesar 419.640 UT atau setara 587.496 ekor, yang sebagian besar berada di Pulau Sumbawa.

Riadi berharap pembangunan pusat perbibitan sapi potong di Kecamatan Pringgasela, mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan sektor peternakan di NTB. 

Sebagai lumbung sapi nasional, populasi sapi NTB tahun 2025 mencapai 1.340.130 ekor, meningkat 2,44 persen dari 2024 sebesar 1.308.204 ekor.

“Harapannya, ini bisa mendongkrak populasi dan mutu genetik ternak lokal, memperkuat ekonomi warga, serta menjadikan NTB, sebagai lumbung daging nasional yang mandiri dan berkelanjutan,” tandasnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
ternak sapi NTB Peternakan Lombok Timur