Gubernur Miq Iqbal Tekankan Pentingnya Budaya Kerja dan Investasi Masa Depan, 46 Calon PMI NTB Tujuan Jepang Ikut Pelatihan

Kimda Farida • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 08:27 WIB
PMI NTB: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan saat membuka pelatihan calon PMI NTB tujuan Jepang di Ruang Kompetensi BPSDM NTB, Senin (3/8).
PMI NTB: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan saat membuka pelatihan calon PMI NTB tujuan Jepang di Ruang Kompetensi BPSDM NTB, Senin (3/8).

 

LombokPost--Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan kepada seluruh calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mempersiapkan diri sebelum bekerja di luar negeri.

Berbagai persiapan tersebut di antaranya kondisi fisik, keahlian, kemampuan bahasa, serta yang terpenting tetap disiplin atau menjunjung tinggi budaya kerja.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Miq Iqbal saat membuka pelatihan tahap 1 pra pemberangkatan peserta program pemagangan ke Jepang angkatan 2026, bertempat di Ruang Kompetensi BPSDM NTB, Senin (3/8).

Pelatihan tersebut diikuti 46 orang peserta calon PMI yang berasal dari kabupaten dan kota se-NTB.

Peserta pelatihan tahap pertama program pemagangan ke Jepang angkatan 2026 yang dinyatakan lulus selanjutnya akan mengikuti pelatihan nasional tahap 2 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja di Bekasi.

Gubernur Miq Iqbal dalam arahannya menekankan kepada peserta magang yang akan mengikuti pelatihan untuk melakukan improve serta wajib mengalami progres, dan mengalami kemajuan.

Kemajuan yang dimaksud yakni baik dalam fisik, skill, disiplin dan lebih utama progres dalam kemampuan berbahasa.

“Kedepannya, semua harus progres. Jangan sampai mengalami penurunan. Yang bisa membuat penurunan adalah terlalu puas diri sebelum waktunya. Jadi jangan puas, terus bekerja,” katanya.

Baca Juga: Zona Timur Mandalika Dilirik 20 Investor

Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh dan mendorong program pemagangan buka saja terkait soal mencari kerja, mendapat gaji, kemudian balik pulang membawa gaji.

Pemprov NTB berharap agar setelah pulang kampung penghasilan yang diterima diarahkan ke hal yang lebih produktif untuk membangun.

“Pertama membangun keluarga. Kalau keluarganya miskin ekstrem akan jadi tidak miskin. Yang miskin kemudian menjadi lebih baik. Yang sudah baik keluarganya lebih diangkat lagi kesejahteraannya,” katanya.

Selain itu, Pemprov NTB, tambah Gubernur Miq Iqbal berharap agar generasi yang akan datang lebih baik dari generasi saat ini.

Karena itu, para calon PMI harus bisa mengelola waktu dan pendapatan dengan baik. Setiap rupiah yang didapatkan adalah alat untuk investasi masa depan.

“Berpikirlah tentang masa depan sendiri, masa depan keluarga, masa depan anak-anak. Maka jangan sampai penghasilan disia-siakan, jangan sampai uang dihabiskan untuk gaya hidup,” pesannya.

Gubernur Miq Iqbal kembali menegaskan tentang pentingnya disiplin dan etos kerja. Apalagi jika bekerja di Jepang yang dikenal dengan etos kerja yang tinggi dan sangat disiplin.

“Jika sudah pulang kampung, disiplin dalam budaya kerja harus tetap dipraktikkan dan bila perlu ditularkan ke masyarakat yang lain,” katanya.

Tidak hanya aspek kesiapan individu, Gubernur Miq Iqbal juga mengajak para calon PMI untuk melakukan pengembangan pada literasi keuangan. Tujuannya agar uang yang dihasilkan terkelola dengan baik.

Untuk itu, Gubernur Miq Iqbal menyarankan agar calon PMI untuk memikirkan skema pembiayaan menggunakan KUR PMI yang sudah tersedia di Bank NTB Syariah.

Baca Juga: SPPG Banyumulek Inovasi Menu Makan Bergizi Gratis, Makanan Lezat, Higienis, dan Bebas Sisa

“Jadi ketika teman teman sudah kembali, gunakan uang untuk sesuatu yang produktif sehingga tidak sama kondisinya dengan pada saat meninggalkan Indonesia. Kondisi sudah lebih baik, sudah punya rumah, sudah punya tanah untuk produksi. Jangan beli hal-hal yang konsumtif,” pesan Gubernur Miq Iqbal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Provinsi NTB Aidy Furqan mengatakan, pelatihan dilakukan agar calon PMI memiliki kemampuan dasar bahasa Jepang, memahami budaya dan etika kerja Jepang, mengenal jenis pekerjaan, memiliki keterangan fisik, kompetensi, mental, disiplin, serta etos kerja yang baik.

Peserta yang lulus dalam berbagai tahapan pelatihan akan diberangkatkan ke Jepang pada akhir tahun 2026 atau selambat-lambatnya awal 2027.

PMI akan bekerja selama tiga tahun, tetapi bagi yang memiliki potensi luar biasa akan mendapat tambahan dua tahun atau lebih sehingga menjadi lima tahun.

“Kita berharap calon PMI akan menjadi duta Nusa Tenggara Barat untuk mewujudkan dan menyuarakan visi NTB Makmur Mendunia,” katanya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : siaran pers
pekerja migran indonesia Gubernur NTB Miq Iqbal PMI NTB Lalu Muhamad Iqbal