LombokPost-RSUD NTB menyiapkan anggaran mencapai Rp 21 miliar, untuk pengadaan 70 item alat kesehatan (alkes) di 2026. “Ini untuk memenuhi kebutuhan berbagai jenis alkes di rumah sakit,” tegas Direktur Utama RSUD NTB Asrul Sani, Senin (10/8).
Pengadaan tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026. Penyediaan alkes RSUD NTB tidak hanya diarahkan untuk satu jenis penyakit atau layanan tertentu.
Alat yang dibeli mencakup berbagai kebutuhan pelayanan, termasuk untuk mendukung layanan Intensive Care Unit (ICU) dan ortopedi. Mulai dari perangkat diagnostik hingga peralatan tindakan bedah. Untuk pemeriksaan pencitraan, tersedia unit Echocardiografi, USG Radiologi, USG Obgyn, serta USG ICU.
Baca Juga: Biaya Diprediksi Bertambah, Pembangunan Gedung Baru DPRD NTB Tetap Gunakan Skema Single Years
Fasilitas ini juga dilengkapi mesin penunjang kehidupan seperti Ventilator dan Mesin Anastesi, serta instrumen diagnostik canggih seperti Video Endoscope System, Pediatric Gastroscope, Pediatric Colonoscope, dan Bone Densitometer.
Selain itu, tindakan medis didukung oleh keberadaan Cryotherapy Unit, Mini PCN, Drying Cabinet, dan Blanket Warmer. Seluruh operasional ruang perawatan dan bedah dioptimalkan melalui ketersediaan Bed ICU, Tiang Infus, Meja Mayo, dan Light Source. Serta alkes lainnya.
Dirinya mengatakan, pengadaan alkes juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pelayanan di rumah sakit. Sebagian alat merupakan penambahan dari fasilitas yang sebelumnya belum tersedia.
“Ini menambah fasilitas yang kita miliki untuk meningkatkan kompetensi kita. Ada dari ICU, kemudian dari ortopedi, banyak itemnya,” jelasnya.
Peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit ditopang oleh tiga aspek utama, yakni sumber daya manusia (SDM), ketersediaan alkes, serta sarana dan prasarana.
Karena itu, pemenuhan kebutuhan alkes menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan layanan.
Baca Juga: Tancap Gas Benahi Layanan, RSUD Praya Gandeng Ombudsman NTB
Terlebih, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini memprioritaskan penguatan pelayanan untuk sejumlah penyakit dan layanan utama melalui program Kanker, Jantung, Stroke, Uronefro, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Ia mengatakan, ketersediaan alkes di RSUD NTB saat ini sudah cukup lengkap. Namun, kebutuhan terhadap alkes tetap akan bertambah seiring perkembangan layanan dan teknologi medis.
Selain menambah alat yang belum dimiliki, pengadaan juga diperlukan untuk mengganti peralatan yang sudah lama atau mengalami kerusakan. Pembaruan alat dinilai penting agar pelayanan tetap mengikuti perkembangan teknologi kesehatan.
“Kita ingin tambah-tambah terus. Terutama alat kita yang sudah lama mungkin sudah rusak dan sebagainya. Kemudian yang sudah lama juga perlu diperbarui karena ada teknologi terus berkembang,” katanya.
Pengadaan sekitar 70 item alkes tersebut saat ini masih dalam proses. Asrul Sani menyebut kontrak pengadaan sudah dilakukan, namun alat belum tiba di RSUD NTB.
Dari total anggaran Rp 21 miliar, kontrak yang telah berjalan mencapai sekitar 80 persen. Pihaknya menargetkan, seluruh proses pengadaan hingga kedatangan dan instalasi alat dapat dilakukan tahun ini.
Baca Juga: Pemprov NTB Tambah Ribuan Item Retribusi Dari Layanan RSUD di Revisi Perda PDRD, Kemendagri Mengkaji
Setelah alat tersedia, tenaga kesehatan juga perlu mendapatkan pelatihan agar mampu mengoperasikan, dan memanfaatkan peralatan tersebut secara optimal, untuk pelayanan kepada pasien. “Betul, termasuk ada pelatihannya,” tandas direktur.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan