Penanganan Patah Tulang dan Trauma Pascagempa Jadi Fokus Tim Medis NTB di NTT

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:17 WIB
Tim Solidaritas Kemanusiaan KR-BNN dari NTB saat berkumpul di Markas Polres Manggarai Barat, NTT, Selasa pagi (18/8), sebelum berangkat membantu penanganan warga terdampak gempa. (IST/LOMBOK POST)
Tim Solidaritas Kemanusiaan KR-BNN dari NTB saat berkumpul di Markas Polres Manggarai Barat, NTT, Selasa pagi (18/8), sebelum berangkat membantu penanganan warga terdampak gempa. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Pemprov NTB mengirim puluhan tenaga kesehatan, untuk membantu penanganan medis, pascagempa bumi di NTT.

Tim tersebut terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga farmasi, psikolog klinis, hingga tenaga laboratorium dan sanitasi. 

“Untuk dokter yang kita kirim jumlahnya 14 orang. Ada dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis bedah, termasuk dokter umum,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB HL Hamzi Fikri, Selasa (18/8).

Baca Juga: PLN UIP Nusra dan YBM Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai

Selain dokter, tim tersebut diperkuat 15 perawat serta sejumlah tenaga kesehatan lainnya. Mereka terdiri atas bidan, lima tenaga farmasi, satu asisten tenaga farmasi, satu epidemiolog, dua psikolog klinis, satu tenaga laboratorium dan satu tenaga sanitasi. 

Kemudian, ada juga tambahan tenaga pendukung, serta tim yang sebelumnya telah diberangkatkan dari RSUD Bima dan RSUD HL Manambai Abdulkadir. “Kalau saya hitung, total personel yang terlibat ada 55 orang,” kata dia.

Tim tersebut nantinya tidak hanya ditempatkan di rumah sakit. Sebagian personel akan bergerak di lapangan, untuk menjangkau wilayah yang terdampak gempa.

Penanganan juga akan dilakukan bersama tim kesehatan dari Bali dan berkoordinasi dengan jajaran Dikes NTT. 

“Kita akan bergabung dengan tim yang dari Bali. Kami sudah komunikasi dengan teman-teman Dikes Bali, termasuk nanti di NTT juga sudah kita koordinasikan secara teknis,” bebernya.   

Tim kesehatan akan bertugas efektif selama sepekan, sebelum kembali ke NTB dengan waktu perjalanan sekitar dua hari. Untuk mendukung mobilitas tim, sebanyak empat unit ambulans turut diberangkatkan.

Baca Juga: Polda NTB Kirim Delapan Truk Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Ambulans tersebut berasal dari sejumlah daerah dan fasilitas kesehatan di NTB.

Ambulans dari Bima dan Sumbawa, telah lebih dahulu diberangkatkan, kemudian disusul ambulans dari rumah sakit di Kota Mataram. 

Selain personel, Pemprov NTB juga membawa satu truk logistik medis.

Bantuan tersebut berisi obat-obatan dan perlengkapan untuk penanganan kondisi darurat, termasuk emergency kit dan perlengkapan medis untuk anak-anak. 

“Obat-obatan yang satu truk itu ada emergency kit. Stoknya memang masih kita punya dari pengadaan tahun sebelumnya dan sangat berguna untuk kondisi emergency,” jelasnya.

Logistik medis tersebut dihimpun dan dikoordinasikan, dari rumah sakit yang ada di NTB. Pengiriman dilakukan untuk memastikan kebutuhan medis dasar dapat segera tersedia di lokasi terdampak. 

Fikri mengatakan, penanganan awal pascabencana akan difokuskan pada kasus trauma.

Berdasarkan pengalaman NTB saat menghadapi bencana gempa 2018 lalu, kasus patah tulang dan berbagai jenis luka menjadi salah satu kondisi yang banyak membutuhkan penanganan medis. 

“Untuk sekarang sebenarnya trauma yang kita atasi dulu. Waktu kejadian gempa, pengalaman kita banyak kasus patah tulang. Dokter-dokter hadir, dokter bedah juga kita kombinasikan di situ,” katanya. 

Baca Juga: NTB Gerak Cepat Kirim 79 Personel dan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT

Kebutuhan tenaga kesehatan menjadi semakin penting, karena sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di wilayah terdampak, dilaporkan belum dapat beroperasi akibat kerusakan bangunan. 

Kondisi tersebut membuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan menjadi terbatas. Selain menangani kondisi fisik korban, tim NTB juga menyiapkan dukungan psikologis.

Dua psikolog klinis dikirim pada tahap awal untuk membantu penanganan trauma healing, baik bagi masyarakat terdampak maupun tenaga kesehatan yang turut mengalami dampak psikologis akibat bencana.

“Untuk psikolog kita mengirimkan dua orang dulu untuk awal. Termasuk laboratorium dan sanitasi juga kita siapkan,” ujarnya. 

Tim kesehatan NTB juga telah menyiapkan tenda, dan seluruh kebutuhan logistik selama berada di lokasi.

Mereka akan tinggal di lokasi penanganan agar dapat lebih mudah bergerak mengikuti kebutuhan di lapangan. 

 “Kami sudah siapkan tenda, semua logistik sudah kita siapkan,” tegas mantan direktur RSUD NTB tersebut. 

Adapun tim yang diberangkatkan saat ini merupakan tim pendahuluan. Evaluasi akan dilakukan setelah mereka tiba di lokasi untuk menentukan kebutuhan tenaga kesehatan dan dukungan berikutnya. 

“Ini tim yang berangkat batch awal, tim pendahuluan. Nanti kita lihat kondisi di sana,” katanya. 

Ia berharap penanganan medis dapat segera diberikan kepada korban yang membutuhkan, terutama mereka yang mengalami luka maupun trauma akibat gempa.

“Selain mencegah bertambahnya korban jiwa, intervensi medis dan psikologis dinilai penting untuk membantu proses pemulihan masyarakat terdampak,” pungkasnya.

Baca Juga: Nakes Hingga Ambulans Dikerahkan ke NTT

Direktur RS Mutiara Sukma Wiwin Nurhasida mengatakan, pada tujuh hari pertama penanganan akan difokuskan pada kondisi fisik pascabencana, terutama korban akibat runtuhnya bangunan. 

Namun, dukungan kesehatan jiwa dan psikososial juga disiapkan melalui assessment awal dan trauma healing. Bentuk pendampingan akan disesuaikan dengan kondisi korban di lokasi.

“Kita ada menurunkan satu orang psikolog klinis dan beberapa teman perawat untuk membantu melakukan trauma healing,” kata Wiwin. 

Tim RS Mutiara Sukma sebelumnya juga terlibat dalam penanganan bencana di NTB dan Aceh. Kali ini, mereka bergabung dengan tim rumah sakit lainnya dari NTB untuk membantu korban gempa NTT.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Tenaga Kesehatan Dokter Spesialis Trauma ntt medis