Sebelum Bahaya Menjadi Bencana, AMMAN Membaca Risiko dengan Teknologi

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:51 WIB
KONTROL OPERASIONAL: Aktivitas pekerja AMMAN saat memantau data operasional pertambangan melalui deretan layar digital di ruang kendali Batu Hijau, Sumbawa Barat. (AMMAN FOR LOMBOK POST)
KONTROL OPERASIONAL: Aktivitas pekerja AMMAN saat memantau data operasional pertambangan melalui deretan layar digital di ruang kendali Batu Hijau, Sumbawa Barat. (AMMAN FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Di Batu Hijau, teknologi menjadi salah satu penopang operasional PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Pemanfaatannya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat keselamatan kerja, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Perpaduan teknologi, kompetensi pekerja, dan zero harm mindset menjadi fondasi operasional pertambangan. Upaya itu diperkuat melalui kampanye keselamatan secara konsisten serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pemantauan kebugaran pekerja.

Bagi AMMAN, inovasi bukan sekadar menghadirkan teknologi baru. Inovasi juga menjadi bagian dari budaya kerja untuk mencari cara yang lebih efektif dan efisien.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam setiap proses produksi, salah satunya melalui berbagai inovasi teknologi, sejalan dengan kaidah pertambangan yang baik dan peningkatan kinerja bisnis,” ujar Vice President Corporate Communications PT Amman Mineral Internasional Tbk Kartika Octaviana.

Baca Juga: AMMAN Bawa AI Ready ASEAN ke Unram, Literasi AI NTB Naik Kelas

Teknologi dan inovasi juga diarahkan untuk memaksimalkan pemanfaatan cadangan mineral yang tersedia. Dengan dukungan keduanya, AMMAN berupaya memastikan sumber daya mineral memberikan nilai tambah optimal bagi perusahaan, masyarakat NTB, dan Indonesia.

“AMMAN berkomitmen untuk memaksimalkan cadangan mineral, membawa manfaat besar bagi perusahaan, masyarakat NTB, dan Indonesia,” kata Kartika.

Di Batu Hijau, salah satu penerapan teknologi dilakukan untuk memperkuat pengelolaan risiko di area operasional tambang, ada teknologi 3D Particle Size Measurement (3DPM) berbasis laser. Ini digunakan untuk mendeteksi lebih dini potensi gangguan pada aliran material.

Setiap hari, hampir 100.000 ton bijih hasil penambangan mengalir menuju pabrik pengolahan (processing plant) Batu Hijau. Material bergerak melalui ban berjalan (conveyor) menuju SAG Mill, mesin penggiling raksasa dalam proses pengolahan bijih.

Di tengah aliran itu, objek berukuran ekstrem (oversize objects) maupun material asing nonbatuan berpotensi ikut terbawa dari area tambang. Jika tidak teridentifikasi lebih awal, material itu dapat mengganggu aliran menuju SAG Mill dan memengaruhi kelancaran proses pengolahan.

Kondisi inilah yang mendorong Victor, Achmad, dan tim Metallurgi AMMAN mengembangkan sistem pemantauan yang lebih presisi.

Sebelumnya, pemantauan material menggunakan kamera dua dimensi (2D). Sistem itu cukup membantu, tetapi memiliki keterbatasan ketika pencahayaan berubah. Kendala juga muncul saat material memiliki warna dan tekstur serupa.

AMMAN kemudian menerapkan teknologi 3DPM berbasis laser triangulation pada jalur conveyor sebelum material memasuki SAG Mill.

Baca Juga: Smelter AMMAN Perkuat Hilirisasi, Ekspor NTB Tak Lagi Andalkan Konsentrat

Dengan pemindaian laser tiga dimensi secara real-time, 3DPM mampu mengukur bentuk, ukuran, dan volume objek secara lebih akurat. Informasi itu membantu operator memantau kondisi material yang bergerak di conveyor.

Ketika menemukan objek yang berpotensi mengganggu proses, operator memiliki waktu untuk melakukan tindakan pencegahan sebelum material mencapai SAG Mill.

Pendekatan itu menjadi bagian dari pengelolaan risiko operasional. Teknologi memperkuat kemampuan pekerja mengenali potensi gangguan lebih awal. Keputusan pun dapat diambil berdasarkan informasi yang lebih akurat dan kondisi aktual di lapangan.

Bagi Victor, penerapan 3DPM menunjukkan bagaimana kebutuhan di lapangan dapat mendorong lahirnya inovasi yang memberi manfaat langsung terhadap operasional.

“Implementasi teknologi 3DPM menunjukkan bagaimana inovasi dapat lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami tidak hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga mengembangkannya agar sesuai dengan kondisi operasional kami,” ujar Victor.

Selain membantu pengelolaan risiko, 3DPM meningkatkan visibilitas operator terhadap aliran material. Informasi yang lebih akurat mendukung pengambilan keputusan lebih cepat dan tepat sekaligus membantu menjaga kelancaran proses pengolahan.

Pemanfaatan 3DPM menjadi bagian dari upaya membangun operasional pertambangan yang semakin modern. Inovasi tidak hanya diarahkan untuk mengejar efisiensi dan produktivitas. Teknologi juga digunakan untuk memperkuat kemampuan mengidentifikasi potensi risiko dan melakukan pencegahan sejak dini.

Namun, teknologi hanya menjadi salah satu bagian dalam operasional. AMMAN juga membangun lingkungan kerja yang positif dan memberi ruang bagi karyawan untuk berkembang.

Upaya itu mendapat apresiasi. PT Amman Mineral Internasional Tbk, produsen tembaga dan emas terbesar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, masuk dalam daftar ‘Indonesia’s Best Employers 2026’ berdasarkan studi independen Statista bersama Tempo Media Group.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Gencarkan Perlindungan Merek UMKM di Sumbawa Barat, Gandeng PT Amman dan Polres

Studi itu melibatkan perusahaan dari berbagai sektor dengan minimal 200 karyawan di Indonesia. Lebih dari 300 ribu evaluasi dihimpun, dengan 300 perusahaan berskor tertinggi masuk dalam daftar. Riset pada September-November 2025 menilai antara lain kepuasan kerja, peluang karier, inovasi, keadilan, inklusi, keseimbangan kerja dan hidup, serta persepsi karyawan terhadap perusahaan.

Vice President Corporate Communications AMMAN Kartika Octaviana menyampaikan, pencapaian itu mencerminkan upaya perusahaan menciptakan lingkungan kerja positif serta pengalaman kerja yang bermakna bagi karyawan.

“Di AMMAN, kami membangun budaya kerja yang memanusiakan manusia, yaitu lingkungan kerja yang mendorong karyawan untuk berani menyampaikan pendapat dan aspirasi, termotivasi untuk terus berkembang, serta menghormati perbedaan. Budaya ini kami wujudkan melalui tiga nilai inti perusahaan, yaitu Stay Hungry, Stay Humble, Stay Human,” ungkapnya.

Melalui Stay Hungry, AMMAN mendorong karyawan terus mengejar kemajuan, perbaikan, dan melahirkan inovasi baru. *Stay Humble* menekankan kolaborasi antartim serta keselarasan operasional dengan kontribusi sosial dan lingkungan.

Sementara itu, Stay Human menempatkan karyawan sebagai aset terpenting dengan pemanfaatan teknologi untuk memberdayakan manusia.

AMMAN juga menjalankan transformasi digital untuk mendukung cara kerja lebih cepat dan cermat, program kontribusi sosial karyawan bagi masyarakat sekitar, serta penguatan peran culture champions sebagai agen perubahan di berbagai departemen.

Pengakuan ‘Indonesia’s Best Employers 2026’ melengkapi apresiasi global yang diterima AMMAN. Sebelumnya, AMMAN masuk dalam daftar ‘World’s Most Trustworthy Companies 2025’ oleh Newsweek dan Statista.

Aspek lingkungan kerja juga mendapat perhatian Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Aidy Furqan. Ia mengapresiasi budaya kerja di AMMAN karena menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat.

Menurut Aidy, pekerja tidak cukup hanya memiliki kompetensi teknis. Mereka juga harus dibekali komitmen, integritas, dan disiplin kerja yang tinggi.

“Nilai-nilai K3 dan integritas harus berjalan beriringan,” tegas Aidy.

Baca Juga: Pemprov NTB Akhirnya Terima DBH Keuntungan Bersih Tahun 2025 PT AMNT Rp 60,36 Miliar

Ia menjelaskan, penerapan K3 menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan kepada pekerja. Keselamatan kerja umumnya berkaitan dengan aspek yang mudah diukur, seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) dan kepatuhan terhadap prosedur kerja.

Sementara itu, kesehatan kerja memiliki cakupan lebih luas. Aspeknya tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga kesehatan psikis pekerja.

“Budaya K3 yang kuat perlu dibangun dengan memperhatikan kebutuhan pekerja secara menyeluruh,” jelasnya.

Aidy menilai, pemenuhan kebutuhan dasar, kebutuhan sosial, hingga kebutuhan akan pengakuan dan apresiasi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Pekerja yang menunjukkan kinerja baik, kata dia, perlu mendapatkan penghargaan yang layak.

“Pembinaan terhadap pelanggaran juga harus dilakukan secara bijak, tanpa merendahkan martabat pekerja,” tandasnya.

Di AMMAN, setiap pergantian shift di Batu Hijau, menjadi pengingat bahwa keselamatan pekerja merupakan prioritas utama. Dalam industri pertambangan dengan risiko keselamatan dan kesehatan yang konstan, AMMAN mengelola bahaya secara sistematis melalui sistem manajemen K3 yang terintegrasi dalam operasional sehari-hari.

Pengelolaan itu mencakup kepatuhan terhadap prosedur, audit berkala, dan pemantauan secara real-time. Langkah itu dilakukan untuk memastikan potensi bahaya ditangani sebelum berkembang menjadi insiden.

Praktik itu selaras dengan Praktik Pertambangan yang Baik dan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Indonesia, sebagaimana dirujuk dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2018.

Salah satu pilar dalam menjaga lingkungan kerja yang aman ialah penerapan 8 Perilaku Vital. Prinsip itu mengatur kompetensi dan izin sebelum mengoperasikan peralatan, larangan memodifikasi perangkat keselamatan tanpa izin, disiplin isolasi energi, bekerja di ketinggian dan ruang terbatas, serta prosedur pengangkatan beban.

Baca Juga: Smelter Tembaga AMMAN di Sumbawa Barat Resmi Rampung, Siap Olah 900 Ribu Ton Konsentrat Per Tahun

Penggunaan sabuk pengaman dan larangan menggunakan telepon seluler saat mengoperasikan kendaraan juga menjadi bagian dari disiplin keselamatan.

Sepanjang tahun, AMMAN menjalankan berbagai kampanye keselamatan. Di antaranya ‘Penghentian Operasional Sementara untuk Keselamatan’ berupa penghentian operasional singkat untuk refleksi keselamatan, program ‘Penghargaan Keselamatan’, serta inspeksi bersama pimpinan.

Keselamatan tidak hanya diterapkan kepada karyawan langsung. Mitra bisnis juga terlibat melalui indikator kinerja utama yang sama dengan perusahaan.

Interaksi keselamatan, inspeksi keselamatan, dan pertemuan keselamatan menjadi persyaratan standar. Evaluasi berkala juga diberlakukan untuk memastikan konsistensi dalam manajemen K3, termasuk bagi Manajer Operasi (PJO) para mitra.

Sepanjang 2025, AMMAN mencatat nol kematian dalam kegiatan operasionalnya. Bagi AMMAN, catatan itu berarti memastikan ribuan pekerja dapat menjalankan tugas dan kembali ke rumah dengan selamat kepada keluarga yang menanti.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
operasional Amman teknologi NTB Inovasi