Menilik Alternatif Wisata Budaya dan Kerajinan di NTB Pascakebakaran Desa Sade

Chia • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:34 WIB
Lalu Sopiandi saat menunjukkan sejumlah kerajinan bambu khas Desa Loyok di artshop miliknya
Lalu Sopiandi saat menunjukkan sejumlah kerajinan bambu khas Desa Loyok di artshop miliknya
 

LombokPost — Penutupan sementara kawasan Desa Adat Sade di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, akibat musibah kebakaran hebat pada Sabtu malam (22/8) tidak melenyapkan pesona pariwisata berbasis budaya di Nusa Tenggara Barat.
Pemerintah Daerah bersama Dinas Pariwisata NTB bergerak cepat mengarahkan wisatawan mancanegara dan domestik ke sejumlah desa wisata alternatif yang menawarkan kearifan lokal, kerajinan tradisional, serta nilai sejarah yang tak kalah memikat.

Bagi para pelancong yang ingin merasakan keautentikan budaya Suku Sasak maupun keterampilannya, berikut adalah destinasi desa wisata unggulan di NTB yang siap dikunjungi:

1. Desa Adat Ende (Lombok Tengah)

Terletak hanya beberapa kilometer dari lokasi Desa Sade dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Desa Adat Ende merupakan destinasi terdekat yang menawarkan arsitektur perkampungan Sasak yang serupa.

  • Keunikan: Dusun ini masih mempertahankan bangunan tradisional Bale Tani berpondasi tanah dilumuri kotoran kerbau, atap alang-alang, serta tiang kayu nangka.
  • Daya Tarik: Wisatawan dapat menyaksikan atraksi seni budaya seperti tarian pertunjukan Peresean (tarung perisai penjalin), pertunjukan musik tradisional, serta interaksi ramah warga dalam suasana dusun yang asri dan tenang.

Baca Juga: Suasana Mencekam Saat si Jago Merah Melalap Desa Wisata Sade di Lombok Tengah

2. Desa Tenun Sukarara (Lombok Tengah)

Bagi wisatawan yang mengincar produk kerajinan kain tradisional dan ingin melihat proses pembuatan tenun songket khas Lombok dari dekat, Desa Sukarara di Kecamatan Jonggat adalah tujuan utama.

  • Keunikan: Desa ini merupakan pusat sentra kerajinan tenun tangan terbesar di Lombok. Hampir setiap rumah memiliki alat tenun kayu tradisional (pemberat/penenun).
  • Daya Tarik: Pengunjung tidak hanya bisa membeli kain songket dan tenun ikat berkualitas tinggi langsung dari pengerajin, tetapi juga diberikan kesempatan untuk belajar menenun serta berfoto menggunakan pakaian adat lengkap Sasak dengan latar rumah tradisional.

3. Desa Wisata Loyok (Lombok Timur)

Bagi pecinta kerajinan tangan selain tenun, Desa Loyok yang berada di Kecamatan Sikur, Lombok Timur, menyajikan keahlian menganyam bambu yang telah diwariskan secara lintas generasi.

  • Keunikan: Warga Loyok mahir mengubah bilah bambu tipis menjadi berbagai produk fungsional dan estetis dengan presisi tinggi.
  • Daya Tarik: Wisatawan dapat menemukan aneka tas menganyam, tempat lampu, perabotan rumah tangga, hingga souvenir unik. Suasana pedesaan yang sejuk di lereng selatan Rinjani memberikan kenyamanan ekstra bagi wisatawan.

4. Desa Wisata Bayan (Lombok Utara)

Untuk pengalaman sejarah keagamaan dan arsitektur kuno, Desa Bayan di Lombok Utara menyajikan lanskap budaya yang bernilai sejarah tinggi.

  • Keunikan: Di desa ini berdiri Masjid Kuno Bayan Beleq, salah satu situs penyebaran Islam tertua di Pulau Lombok yang dibangun pada abad ke-16 dengan struktur kayu dan bambu tanpa paku besi.
  • Daya Tarik: Wisatawan dapat mempelajari harmoni tradisi Wetu Telu, menjelajahi hutan adat yang terlindungi hukum adat, serta menikmati lanskap alam pegunungan yang hijau.
Dinas Pariwisata NTB memastikan bahwa agen perjalanan dan tour guide di lapangan telah berkoordinasi untuk mengalihkan rute perjalanan turis ke lokasi-lokasi alternatif tersebut tanpa mengurangi kualitas pengalaman berwisata di Pulau Lombok.

Pengalihan destinasi ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata bagi pertumbuhan ekonomi warga lokal di desa-desa sekitar, sembari menunggu proses rekonstruksi dan pemulihan Desa Adat Sade selesai dilaksanakan.
Editor : Kimda Farida
Sumber : internet
desa wisata di ntb desa adat Desa Wisata Desa Wisata Sade