Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bupati Pathul Ingin Desa Wisata Loteng Naik Kelas

L
Penulis: Lestari Dewi❯
Dua anak menaiki sepeda listrik saat melintasi area Desa Wisata Hijau Bilebante Pasar Pancingan, Desa Bilebante, Pringgarata, Loteng, pekan lalu.
Dua anak menaiki sepeda listrik saat melintasi area Desa Wisata Hijau Bilebante Pasar Pancingan, Desa Bilebante, Pringgarata, Loteng, pekan lalu.

Advertisement

 

LombokPost - Bupati Lombok Tengah (Loteng) Lalu Pathul Bahri meminta Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Tengah mengubah pola kerja dalam mengembangkan desa wisata. Orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu menginstruksikan Dispar segera beralih dari program seremonial ke aksi konkret di lapangan.

Langkah ini dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata tidak hanya berpusat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Tetapi juga merata hingga pelosok desa. “Desa wisata kita punya potensi kelas dunia. Keindahan alam, keunikan budaya, dan keramahan warga adalah modal utama. Sekarang, tugas Dinas Pariwisata adalah bergerak lebih nyata,” tegas Pathul, Kamis (9/7).

Bupati meminta Dispar segera turun ke lapangan untuk memetakan kebutuhan mendasar setiap desa wisata. Menurutnya, intervensi pemerintah daerah harus menyentuh aspek krusial yang saat ini dihadapi kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Ada tiga poin utama yang ditekankan Pathul untuk segera dieksekusi. Antara lain, peningkatan kapasitas SDM, pendampingan pemasaran digital, dan pembenahan infrastruktur penunjang.

Advertisement

Pathul menambahkan, dinas terkait diminta tidak lagi terjebak dalam teori. Tetapi fokus pada pendampingan intensif dan pembukaan akses pasar.

Kepala Desa Bilebante Asrok Mudailun mengungkapkan, kehadiran desa wisata telah membawa dampak ekonomi nyata bagi warga. Perputaran ekonomi kini mengalir langsung ke kantong masyarakat. Mulai dari sektor kuliner, pelibatan pemuda, hingga penyediaan akomodasi.

Warga Bilebante melakukan inovasi dalam memenuhi kebutuhan akomodasi wisatawan. Mereka tidak perlu membangun bangunan baru yang berbiaya mahal untuk tempat menginap.

“Warga kami berinovasi dengan memanfaatkan ruangan atau kamar kosong yang ada di dalam rumah mereka untuk disulap menjadi kamar homestay yang layak jual. Jadi wisatawan bisa merasakan langsung kehangatan hidup bersama warga desa,” ungkap Asrok Mudailun.

Geliat kepemudaan juga hidup berkat desa wisata. Melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), para pemuda desa aktif bergerak membangun jejaring bisnis. Mereka bekerja sama dengan berbagai travel agent untuk menghadirkan paket-paket wisata menarik, seperti aktivitas menjelajahi suasana pedesaan.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pengalaman Autentik Jadi Daya Tarik Utama Desa Wisata NTB, Sumbang 25 Persen Kunjungan Wisatawan

Pengalaman Autentik Jadi Daya Tarik Utama Desa Wisata NTB, Sumbang 25 Persen Kunjungan Wisatawan

Desa wisata NTB diminati wisatawan utamanya dari Eropa, untuk pengalaman autentik, tenang, dan wellness tourism berbasis kehidupan pedesaan.

Homestay hingga Kuliner Lokal, Desa Wisata NTB Dongkrak Ekonomi

Homestay hingga Kuliner Lokal, Desa Wisata NTB Dongkrak Ekonomi

NTB kembangkan desa wisata berbasis UMKM dan homestay untuk pemerataan ekonomi dan pengalaman wisata masyarakat.

Manfaat Desa Wisata, Peluas Lapangan Kerja

Manfaat Desa Wisata, Peluas Lapangan Kerja

Manfaat desa wisata sangat dirasakan oleh masyarakat. Tidak hanya para pelaku wisata namun juga masyarakat bawah, seperti pelaku UMKM,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer