LombokPost-Menjelang MotoGP Mandalika, Pemprov NTB kini menyiapkan sejumlah destinasi budaya alternatif bagi wisatawan, sembari proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascakebakaran Desa Adat Sade, Rembitan, Lombok Tengah terus dilakukan.
“Ini memang menjadi perhatian kita,” terang Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) NTB Muhammad Ihwan, Selasa (25/8).
Diakuinya, Desa Adat Sade memang memiliki posisi tersendiri, sebagai salah satu magnet wisata budaya di NTB. Kehidupan masyarakat Sasak secara turun-temurun yang masih dijalankan.
Baca Juga: BI NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Wisata Sade
Meski demikian, NTB sebenarnya memiliki sejumlah destinasi budaya lain yang dapat menjadi pilihan alternatif bagi wisatawan. Di antaranya Desa Adat Bayan di Lombok Utara yang dinilai sebagai living heritage dengan karakter budaya yang autentik.
Kemudian Desa Adat Ende yang tidak jauh dari Desa Adat Sade di Lombok Tengah. Pusat kerajinan tenun tradisional suku Sasak di Desa Pringgasela, Lombok Timur dan Desa Sukarara, Lombok Tengah.
Bagaimana pun, di sela-sela agenda utama menyaksikan MotoGP Mandalika, wisatawan meluangkan waktu mengeksplorasi kekayaan wisata budaya yang tersebar di berbagai wilayah NTB.
Menurut Ihwan, sejumlah destinasi tersebut selama ini memiliki potensi yang besar, namun belum sepenuhnya menjadi perhatian wisatawan.
Momentum gelaran event internasional seperti MotoGP menjadi titik balik untuk menggerakkan dan mematangkan kesiapan masyarakat di desa-desa adat tersebut, dalam menerima kedatangan para pelancong mancanegara maupun domestik. “Mereka harus siap-siap banyak menerima tamu nanti,” kata dia.
Untuk memastikan kesiapan para pengelola desa adat, Disbud NTB mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Ihwan menekankan persiapan tidak boleh hanya berfokus pada pertunjukan seni, aksi, maupun ritual kebudayaan semata, tetapi juga wajib memprioritaskan kebersihan lingkungan.
“Bagaimana lingkungannya, kebersihan. Tidak hanya pertunjukan, aksi, ritual, tapi lingkungan, kebersihan, semua harus dipersiapkan,” jelasnya.
Baca Juga: DPD ASITA NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Wisata Sade Rembitan
Selain kebersihan, kualitas pelayanan kepada wisatawan juga menjadi perhatian. Ihwan menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Sapta Pesona, termasuk sikap ramah masyarakat dalam menyambut wisatawan yang datang ke NTB.
“Walaupun tamu-tamu di NTB ini lagi membludak sekarang, tingkat kunjungannya bagus, kondusif. Sekarang tinggal kita menerapkan Sapta Pesona ini,” katanya.
Ihwan menegaskan, pengembangan sektor pariwisata secara umum tetap menjadi kewenangan utama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB.
Sementara Disbud NTB berperan menyiapkan dan mendesain kebudayaan agar dapat menjadi atraksi dan event budaya yang menarik bagi wisatawan.
“Untuk pariwisata, kami mendesain bagaimana kebudayaan menjadi atraksi budaya, menjadi event budaya yang bisa diandalkan dan menjadi penyangga wisata berkualitas,” tandasnya.
Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Sahlan M Saleh mengatakan, ada agen perjalanan wisata mulai menyesuaikan kembali paket perjalanan bagi wisatawan yang sebelumnya memasukkan Desa Adat Sade sebagai salah satu tujuan kunjungan.
Baca Juga: YBM PLN UIP Nusra Salurkan Sembako dan Perlengkapan Ibadah untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Sehingga agenda perjalanan wisatawan tetap berjalan melalui kunjungan ke destinasi lain yang memiliki daya tarik tersendiri. “Disusun ulang paket perjalanan wisata dari tamu-tamunya,” kata Sahlan.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan