Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Identifikasi 37 Naskah Kuno

K
Penulis: Kimda Farida❯
WARISAN LELUHUR: Penyerahan sertifikat kepemilikan kepada 11 pendaftar naskah kuno dalam Sosialisasi Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno di Gedung Pelayanan Perpustakaan NTB, Kamis (3/9).
WARISAN LELUHUR: Penyerahan sertifikat kepemilikan kepada 11 pendaftar naskah kuno dalam Sosialisasi Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno di Gedung Pelayanan Perpustakaan NTB, Kamis (3/9).

Advertisement

 

LombokPost--Upaya pelestarian naskah kuno di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus diperkuat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB mendorong masyarakat pemilik maupun penyimpan naskah kuno untuk mendaftarkan koleksinya agar terdata, terdokumentasi, dan dapat dilestarikan.

Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno di Gedung Pelayanan Perpustakaan NTB, Kamis (3/9).

Advertisement

Kepala Bidang Deposit, Pengadaan, Pengelolaan, dan Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Niniek Rahayu mengatakan, pendaftaran menjadi langkah penting untuk menyelamatkan warisan budaya. Naskah yang telah terdaftar nantinya dapat didigitalisasikan sehingga informasi di dalamnya tetap terselamatkan apabila naskah fisik mengalami kerusakan atau hilang.

“Biar nanti akhirnya setelah didaftarkan mendapatkan sertifikat, bisa didigitalisasikan,” kata Niniek.

Sejak proses identifikasi dan pendataan dimulai pada awal Juli 2026, sebanyak 37 naskah kuno berhasil didata dan didaftarkan. Naskah tersebut berasal dari 10 pemilik dan pelestari.

Advertisement

Rinciannya, tiga pemilik dari Kota Mataram memiliki 22 naskah, dua pemilik dari Lombok Tengah menyimpan empat naskah, dan lima pemilik dari Lombok Barat memiliki 11 naskah.

Niniek mengajak masyarakat yang masih menyimpan naskah kuno agar tidak ragu mendaftarkan koleksinya. Selain memperoleh sertifikat kepemilikan, pendaftaran juga menjadi langkah antisipasi jika naskah mengalami kerusakan akibat bencana.

“Karena kejadian seperti banjir atau kebakaran itu kan kita tidak tahu. Tapi kalau kita sudah punya arsip, kan bisa didigitalisasikan,” terangnya.

Saat ini, proses yang dilakukan masih sebatas identifikasi dan pendaftaran. Setelah seluruh data terkumpul, naskah yang telah terdaftar akan diarahkan ke tahap digitalisasi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lotim Target Sebaran Buku Menjangkau Utara-Selatan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lotim Target Sebaran Buku Menjangkau Utara-Selatan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur berharap kehadiran Perda tentang Sistem Perbukuan dapat meningkatkan minta baca masyarakat.

Butuh Rp 250 Juta untuk Display Museum Sade

Butuh Rp 250 Juta untuk Display Museum Sade

Museum Sade masih dipersiapkan, dengan konsep lima subtema dan koleksi sejarah, budaya, kebakaran, hingga kebangkitan Sade.

Wagub NTB: Buku Two Islands, One Thread Perkuat Diplomasi Budaya

Wagub NTB: Buku Two Islands, One Thread Perkuat Diplomasi Budaya

Wagub NTB Umi Dinda dorong kerja sama budaya dengan Australia melalui peluncuran buku yang mengangkat kekayaan tenun Lombok dan Bali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer