LombokPost — Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyebut pemerintah tengah mengkaji kebutuhan rekonstruksi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, setelah kawasan tersebut dilanda kebakaran beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikan Menbud Fadli Zon dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (2/9).
Kementerian Kebudayaan juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov NTB serta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, terkait penanganan Desa Adat Sade.
"Kita sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur (NTB, Red), saya juga sudah bicara dengan Mensesneg," terangnya.
Baca Juga: Wamen PKP Sebut Rekonstruksi Sade Jangan Asal Jadi
Menurut Fadli, penanganan kawasan tersebut perlu dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga, agar tidak terjadi tumpang tindih pembiayaan.
Pemerintah juga masih menghitung kebutuhan anggaran untuk proses rekonstruksi.
“Setahu saya kurang lebih untuk rekonstruksi itu mungkin di antara Rp 25 sampai Rp 30-an miliar rupiah, kalau tidak salah,” kata Fadli.
Anggaran tersebut, lanjut dia, diperkirakan mencakup rekonstruksi puluhan rumah adat, fasilitas umum dan fasilitas ibadah, serta penataan kawasan di Desa Adat Sade.
Pemerintah juga tengah mengkaji desain rekonstruksi agar pembangunan kembali kawasan tersebut tidak hanya memulihkan bangunan yang terdampak, tetapi sekaligus memperhatikan aspek keselamatan dan mitigasi bencana.
Baca Juga: Pertamina Bantu Warga Sade Bangkit Pascakebakaran, Salurkan Kompor hingga Peralatan Rumah Tangga
Di kesempatan itu, Menbud turut menyoroti kondisi sejumlah rumah adat yang dibangun berdekatan, serta menggunakan material kayu. Kondisi tersebut dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila kembali terjadi kebakaran.
“Beberapa rumah adat itu sangat berdekatan, aliran listriknya juga perlu dicek, termasuk juga untuk mitigasi bencana terutama tidak ada untuk pemadam kebakaran dan sebagainya,” ujarnya.
Ia mengatakan, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian sebelum rekonstruksi dilakukan. Penataan kembali jarak antarrumah adat serta sistem kelistrikan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Ini juga sebelum direkonstruksi, perlu ada satu penelaahan supaya ini tidak terulang kembali, termasuk juga penataan mungkin rumah-rumah adatnya yang begitu mepet, itu mungkin bahaya sekali,” jelasnya.
Baca Juga: Kembali Bangkit, Ritual Nyemulaq Segera Awali Pemulihan Desa Wisata Sade
Fadli menambahkan, pemerintah saat ini masih melakukan koordinasi dengan sejumlah lembaga.
Setelah kebutuhan penanganan dan rekonstruksi selesai dikaji, pemerintah akan menentukan bentuk intervensi yang diperlukan.
“Sekarang pun sudah koordinasi terus dengan sejumlah lembaga,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : TV Parlemen