LombokPost-Krisis air bersih kembali melanda kawasan Gili Trawangan, Air, dan Menon (Tramena), Lombok Utara.
Kondisi ini berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan pariwisata, bahkan membuat sejumlah wisatawan domestik maupun mancanegara memilih meninggalkan kawasan tersebut.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pemerintah daerah telah merespons persoalan tersebut sejak beberapa hari lalu. Ia mengaku pertama kali menerima informasi mengenai krisis air dari DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB yang berada di Gili Trawangan.
“Sebenarnya saya sudah mendengar kejadian ini,” terang Gubernur Iqbal, saat mengunjungi Gili Meno bersama Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree, di Lombok Utara, Minggu (6/9).
Baca Juga: Soroti Gili Trawangan, DPRD NTB Dorong Optimalisasi Aset untuk Sumbang PAD
Sehari setelah menerima informasi tersebut, Iqbal langsung menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dinas Pariwisata, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk membahas kondisi yang terjadi serta mencari jalan keluar.
Dari pertemuan tersebut, pemerintah melihat perlunya memberikan diskresi kepada perusahaan penyedia layanan air untuk enam bulan ke depan. Kebijakan itu dinilai penting agar suplai air bersih tetap berjalan sembari persoalan yang ada diselesaikan.
Namun, persoalan tersebut tidak sederhana karena berkaitan dengan isu pidana lingkungan. Karena itu, Pemprov NTB kemudian berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi yang tetap dapat menjamin pelayanan air bagi masyarakat dan sektor pariwisata.
Iqbal mengatakan, dua hari lalu dirinya telah berbicara langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, untuk menjelaskan kondisi darurat yang terjadi di Gili Trawangan.
“Saya sudah bicara langsung dengan Pak Menteri Lingkungan Hidup, menjelaskan situasi yang kedaruratan ini, bahwa suplai air ini harus jalan supaya pariwisata dan kehidupan masyarakat, pelayanan publik yang terkait dengan air di situ bisa hidup lagi,” jelasnya.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Hantui Kecamatan Batulayar dan Gerung
Dalam komunikasi tersebut, Menteri Lingkungan Hidup disebut telah menyampaikan kesediaan untuk membantu mencarikan solusi. Pemprov NTB kemudian meminta agar dukungan tersebut diformalkan melalui surat.
“Hari ini saya baru terima surat dari KLU. Jadi insyaallah kita akan carikan jalan keluarnya,” kata Iqbal.
Di tengah upaya penyelesaian tersebut, Iqbal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, pelaku usaha pariwisata, serta wisatawan yang terdampak akibat penghentian suplai air bersih di kawasan Gili Trawangan.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat, mohon maaf juga kepada pelaku pariwisata dan para wisatawan yang terganggu akibat penghentian air ini,” tuturnya.
Ia memastikan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Pemprov NTB akan berkomunikasi dengan pihak swasta, sekaligus menyelesaikan persoalan lain yang berkaitan dengan regulasi agar suplai air dapat segera kembali normal.
Iqbal menargetkan air bersih di Gili Trawangan sudah dapat kembali mengalir dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.
“Kami akan berkomunikasi dengan pihak swastanya, dan juga akan menyelesaikan soal-soal lain yang terkait dengan regulasi yang ada, untuk memastikan segera air bisa mengalir lagi di Gili Trawangan dalam 1-2 hari ini,” tegasnya.
Baca Juga: Pemda KLU Siapkan BTT untuk Memenuhi Pasokan Air Bersih di Gili
Sambil menunggu penyelesaian tersebut, Pemkab Lombok Utara telah melakukan dropping air sebagai langkah penanganan sementara. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di tengah terhentinya suplai.
“Sementara dari KLU, tadi sudah melaporkan ke saya bahwa mereka sudah dropping air sementara untuk solusi sementara,” jelas Iqbal.
Meski demikian, menurutnya dropping air tidak bisa menjadi solusi dalam jangka panjang. Pemerintah perlu memastikan jaringan air bersih yang sudah tersedia di kawasan tersebut dapat kembali dialirkan.
“Solusi terbaiknya adalah jaringan air bersih yang ada di sana harus dialirkan kembali sampai beberapa bulan ke depan, sampai kita mendapatkan penyelesaian yang permanen situasi suplai air ini,” katanya.
Iqbal menegaskan, persoalan krisis air di Gili Tramena telah menjadi perhatian pemerintah sejak laporan awal diterima. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga kebutuhan dasar masyarakat dan keberlangsungan aktivitas pariwisata di kawasan Gili Tramena kembali berjalan normal.
“Intinya sudah saya respons dari dua hari yang lalu sebetulnya. Insya Allah kita selesaikan,” pungkasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan