
LombokPost - Dampak musim kemarau panjang kian meluas di Kabupaten Lombok Barat.
Krisis air bersih kini melanda kawasan perbukitan di Kecamatan Batulayar dan Kecamatan Gerung.
Camat Batulayar Muh Subayin mengungkapkan, empat dari sembilan desa di wilayahnya masuk peta kerawanan kekeringan paling parah.
Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Kekeringan Dasarian I September 2026, Wilayah NTB Berstatus Awas
Kawasan terdampak meliputi Dusun Duduk Atas dan Duduk Batu Bolong di Desa Batulayar Barat, empat dusun perbukitan di Batulayar Induk, tiga dusun di Desa Bengkaung, serta Kedondong Atas di Desa Pusuk Lestari.
Guna mengatasi dampak darurat, Forkopimcam Batulayar berkolaborasi dengan TNI-Polri, BPBD, BWSS, hingga Polres Mataram menyalurkan bantuan air bersih secara berkala.
Kantor Camat Batulayar juga menyediakan layanan pengisian air gratis dengan dua mesin pompa dan tandon kapasitas besar.
Namun, Subayin menegaskan bantuan tangki air tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tahunan ini.
Pihaknya mendorong pembangunan infrastruktur permanen hingga jaringan sambungan rumah (SR).
Untuk tujuh dusun di Batulayar Induk dan Bengkaung, Pemkab Lobar melalui Dinas PU tengah mengerjakan proyek sumur bor dalam.
”Pengeboran sumur bor bernilai lebih dari Rp 600 juta tersebut ditargetkan mencapai kedalaman 125 meter, namun hingga kini baru tergali sekitar 90 meter,” ujar Subayin, Kamis (3/9).
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




