LombokPost-Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik mengatakan, kehadiran Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree, selaku Duta Kehormatan United Nations Development Programme (UNDP), di Lombok, NTB, selama 5-6 September, memiliki makna lebih besar daripada sekadar kunjungan.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan, untuk menunjukkan berbagai proses pembangunan yang berlangsung di NTB.
“Bagi kami, kehadiran Putri Victoria sebagai Goodwill Ambassador UNDP di NTB memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah kunjungan,” kata Ahsanul, Minggu (7/9).
Baca Juga: Putri Victoria Tersentuh Kearifan Adat Bayan
Khalik menegaskan, perkembangan pembangunan di NTB saat ini, mulai menghubungkan aspek ekonomi, dengan kelestarian alam dan kebudayaan.
Hal tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun daerah secara berkelanjutan. Sekaligus mempertahankan kekuatan yang dimiliki masyarakat NTB.
Kehadiran Putri Victoria sebagai bagian dari UNDP juga menjadi pengingat, proses pembangunan di NTB tidak berdiri sendiri.
Pembangunan daerah tersebut merupakan bagian dari agenda pembangunan global yang menempatkan ketangguhan masyarakat, keberlanjutan, serta perlindungan terhadap lingkungan dan budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan.
Kunjungan tersebut sekaligus membuka ruang bagi NTB untuk semakin dikenal, dengan mengandalkan potensi yang dimiliki sendiri. Masyarakat, budaya, alam, sejarah, hingga tradisi jadi kekuatan yang dapat diperkenalkan kepada dunia.
“Yang paling penting, kunjungan ini membuka ruang bagi NTB untuk semakin mendunia melalui kekuatan yang kita miliki sendiri,” beber Khalik.
Baca Juga: Putri Mahkota Swedia Tanam Terumbu Karang di Gili Meno
Pengalaman NTB dalam menghadapi gempa 2018, dan menjalani proses pemulihan dapat menjadi bagian dari cerita mengenai ketangguhan daerah.
Pemulihan yang dilakukan setelah gempa 2018 tidak hanya dipandang sebagai proses untuk kembali ke kondisi sebelumnya, tetapi juga menjadi modal untuk membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
Kehadiran Putri Victoria di NTB juga menunjukkan semakin terbukanya ruang diplomasi daerah. Kunjungan tersebut menyusul kedatangan Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari ke NTB.
Diplomasi menjadi bagian dari upaya membawa NTB semakin dikenal dunia. Pengenalan NTB tidak hanya melalui keindahan alam dan pariwisata, tetapi juga masyarakat, kebudayaan, ekonomi kreatif, pembangunan berkelanjutan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam pandangannya, diplomasi yang baik tidak sekadar berbicara tentang siapa yang datang ke NTB. Tapi bagaimana setiap perjumpaan dapat membuka hubungan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, pengalaman Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebagai mantan diplomatjadi kekuatan tersendiri.
Baca Juga: Kunjungi BALE KITA, Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB
Bahkan itu terlihat dari cara membangun komunikasi dan menerima tamu dengan memadukan etika diplomasi serta local hospitality.
“Kita tidak hanya menerima tamu dunia, tetapi membawa cerita dan potensi NTB ke dunia,” tandasnya.
Kehadiran tokoh internasional, tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan, tetapi juga sebagai kesempatan memperkenalkan wajah NTB yang lebih utuh. “Kita tidak hanya sedang menerima tamu dunia, kita sedang membawa cerita NTB ke panggung dunia,” pungkasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan