
LombokPost — Putri Mahkota Swedia Victoria melanjutkan agenda di Lombok Utara dengan mengunjungi mata Air Mandala yang berada di kawasan hutan adat di Desa adat Karang Bajo, Kecamatan Bayan Minggu (6/9). Ia juga mengikuti penanaman pohon di hutan adat tersebut.
Putri Victoria bertolak ke Bayan setelah menyambangi Gili Meno. Di Gili Meno, dia ikut menanam terumbu karang mengunjungi kawasan konservasi penyu, melihat tukik hingga bertemu dan berdialog dengan komunitas pembudidaya rumput laut.
Di Bayan, Putri Victoria mendapat kesempatan melihat langsung kehidupan masyarakat adat.
Di mana masyarakat Bayan yang hingga kini masih menjaga hubungan erat antara manusia, alam, dan tradisi.
Ia mengaku kagum terhadap upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan sumber mata air.
Menurutnya, pengetahuan serta kearifan lokal yang terus diwariskan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan.
Baca Juga: DKD KLU Sosialisasi Lokalitas Pemajuan Kebudayaan
“Apa yang Bapak dan Ibu lakukan di sini sangat penting, bukan hanya bagi kehidupan masyarakat, tetapi juga bagi upaya menjaga sumber daya alam yang ada. Mendengar pengetahuan dan kearifan lokal yang terus diwariskan kepada generasi mendatang merupakan sesuatu yang sangat penting,” ujar Putri Victoria.
Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Putri Victoria. Ia bahkan mengaku tersentuh karena mendapat sambutan hangat dari masyarakat adat Karang Bajo.
“Saya sangat tersentuh dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari masyarakat di sini. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah menyambut saya dengan begitu hangat dan menerima saya sebagai bagian dari budaya masyarakat di sini,” katanya.
Pemekel Karang Bajo Nikrana mengatakan, masyarakat adat memiliki filosofi yang menempatkan bumi sebagai ibu yang harus dihormati dan dijaga.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




