LombokPost-Kedatangan sejumlah tokoh internasional ke NTB tidak boleh berhenti pada agenda penyambutan semata.
“Pemerintah daerah didorong lebih agresif menggali peluang kerja sama,” saran Dosen dan pengamat sosial politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Ihsan Hamid, Minggu (6/9).
Kunjungan tokoh asing yang memiliki pengaruh atau jabatan strategis, berpotensi memberikan dampak positif bagi daerah. Peluang strategis tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan menawarkan kerja sama yang relevan. “
Orang-orang yang datang ini tinggal dilihat latar belakangnya. Kalau dia pebisnis, ya tinggal suguhkan potensi investasi. Kalau lembaga donor, apa yang bisa dia berikan terhadap kemajuan atau pengentasan kemiskinan di daerah,” kata Ihsan.
Baca Juga: Gubernur Iqbal Perkuat Diplomasi, NTB Terus Bidik Peluang Kerja Sama Global
Dalam pandangannya, selama ini masih terdapat kecenderungan kunjungan tamu asing hanya berakhir pada seremoni penyambutan. Tidak ada langkah lanjutan yang terukur.
Khusus kaitannya dengan kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree, selaku Duta Kehormatan UNDP, Ihsan menilai kepercayaan yang telah terbangun harus dijaga dan dikembangkan. Sehingga berpotensi membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk di wilayah Pulau Sumbawa.
Ketika mitra internasional memiliki pengalaman positif selama berhubungan dengan NTB, peluang untuk memperluas dukungan dan kolaborasi dinilai semakin besar.
“Trust internasional itu penting. Kalau sudah begitu, harus diberikan lagi hal-hal yang lebih substantif,” ujarnya.
Pengalaman Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebagai mantan diplomat, dinilai menjadi modal. Hal itu harus mampu dimanfaatkan untuk memperluas jejaring NTB demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Baca Juga: Pemprov NTB Manfaatkan Diplomasi untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Setiap kunjungan harus diarahkan untuk membuka peluang investasi, kerja sama kemanusiaan, maupun bentuk kolaborasi lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sepanjang itu membawa dampak positif terhadap daerah, masyarakat, dan publik, saya kira ini harus dijaga,” katanya.
Ihsan percaya, intensitas kunjungan pejabat diplomatik ke NTB sebenarnya bisa terus ditingkatkan. Semakin banyak perwakilan negara yang datang, semakin luas pula peluang pemerintah daerah membangun jejaring dan menawarkan potensi yang dimiliki NTB.
Jika sebelumnya Iqbal memiliki tugas memperkenalkan Indonesia dalam kapasitas diplomatik, kini kemampuan tersebut dapat diarahkan untuk memperkenalkan NTB. “Ini satu kelebihan dari Pak Gubernur yang harus dijual, dikapitalisasi demi kepentingan daerah, demi kemajuan daerah,” pungkasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan