MotoGP Mandalika 2026 Makin Dekat, Extra Flight Disiapkan

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 05:50 WIB
Sejumlah penumpang berjalan meninggalkan pesawat Lion Air, usai mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. (YUYUN/LOMBOK POST)
Sejumlah penumpang berjalan meninggalkan pesawat Lion Air, usai mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. (YUYUN/LOMBOK POST)

LombokPost-Pemprov NTB terus mematangkan kesiapan konektivitas udara, jelang gelombang kedatangan penonton ajang bergengsi MotoGP Mandalika 2026. “Kita sudah membahas kesiapan maskapai,” terang Asisten II Setda NTB Lalu Mohammad Faozal, Selasa (8/9).

Dari hasil pembahasan tersebut, Faozal menjelaskan sejumlah maskapai domestik siap menambah frekuensi penerbangan (extra flight).

Garuda Indonesia dipastikan menambah jadwal terbang dari dua menjadi tiga penerbangan sehari pada 8 hingga 12 Oktober.

Di periode tanggal yang sama, TransNusa rute Jakarta juga akan menyiagakan penerbangan tambahan. Sementara untuk Pelita Air, operasinya masih berjalan normal dan diharapkan ada penambahan meski terkendala keterbatasan armada. 

Baca Juga: PLN NTB Perkuat Kesiapan Listrik MotoGP Mandalika 2026, Antisipasi 145 Ribu Penonton

Terkait Lion Air, Pemprov NTB meminta seluruh rute eksis milik maskapai tersebut dioperasikan maksimal menjelang perhelatan MotoGP.

Faozal berharap reaktivasi rute-rute luas Lion Air, seperti dari Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan, Labuan Bajo, Waingapu, hingga Tambolaka, dapat diimbangi dengan penambahan frekuensi penerbangan.

“Semua rute-rute yang memang existing di Lion Air itu diminta untuk dioperasikan menjelang MotoGP,” katanya.

Maskapai TransNusa, juga akan menambah penerbangan rute Jakarta pada 8-12 Oktober. Sementara Pelita Air masih beroperasi secara normal dan diharapkan dapat menambah penerbangan.

Namun, penambahan tersebut masih terkendala keterbatasan pesawat.  Untuk penerbangan internasional, AirAsia dari Kuala Lumpur masih tetap beroperasi.

Sedangkan Scoot dari Singapura saat ini memiliki frekuensi 10 penerbangan dalam sepekan. 

“Sejauh dari diskusi kita tadi untuk airlines masih oke. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” tutur Faozal. 

Baca Juga: Hadapi MotoGP Mandalika 2026, NTB Butuh 130 Unit Shuttle Bus

Di samping penambahan frekuensi penerbangan, Pemprov NTB juga mendorong pembukaan rute baru menjelang MotoGP. Rute yang sedang diupayakan yakni penerbangan menuju Yogyakarta melalui Bandara Adi Sucipto dan Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara. 

Menurut Faozal, kedua rute tersebut sebenarnya telah memiliki slot. Pemprov NTB kini berupaya menyelesaikan prosesnya agar dapat direalisasikan sebelum pelaksanaan MotoGP. 

“Itu yang akan kita coba selesaikan dalam waktu yang menjelang MotoGP,” jelasnya. 

Meski demikian, Pemprov NTB tetap menyiapkan langkah mitigasi, apabila terjadi kendala pada konektivitas udara selama MotoGP berlangsung. Jalur darat menjadi alternatif yang disiapkan pemerintah. 

“Mitigasinya pasti pilihannya darat. Tidak ada lagi pilihan lain kecuali kita menggunakan jalur darat,” tegasnya. 

Berikutnya, pergerakan armada dan sarana penyeberangan di jalur laut menuju Lombok sejauh ini dipastikan relatif aman dan terkendali.

kesiapan pelabuhan beserta penyeberangan kapal, terus dipastikan agar mampu menjadi alternatif yang andal, selama periode perhelatan MotoGP Mandalika. “Ini juga kita persiapkan,” tandasnya.

Sementara itu, Chairman Grand Prix of Indonesia 2026 Troy Reza Warokka menyampaikan optimisme terkait tingginya animo masyarakat, terhadap gelaran MotoGP Mandalika 2026.

Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP San Marino 2026, Duel Martin vs Marc Marquez Panaskan Misano

Penyelenggara melihat adanya peningkatan animo pembelian tiket dan membaiknya pemesanan akomodasi, sehingga arus pertumbuhan ekonomi terus berjalan.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Liputan
MotoGP maskapai NTB penerbangan rute