LombokPost – Komitmen membuka ruang pembelajaran dan pengalaman kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas terus diperkuat. Esda, SLBN 2 Lombok Barat, Circle Puan, dan perwakilan orang tua/wali murid resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU lanjutan di Lombok Barat, Kamis (10/9).
Penandatanganan MoU tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk melanjutkan program pemberdayaan penyandang disabilitas yang sebelumnya telah dijalankan melalui pelatihan keterampilan dan kesiapan kerja bagi siswa SLBN 2 Lombok Barat.
Dalam program sebelumnya, para siswa mengikuti pelatihan intensif sepanjang Agustus 2026. Kegiatan dilaksanakan setiap Sabtu pukul 08.00-10.00 Wita dengan menyesuaikan jam pembelajaran di sekolah.
Para siswa mendapatkan pembelajaran keterampilan dan kesiapan memasuki dunia kerja. Selama mengikuti kegiatan, mereka didampingi guru pendamping dari SLBN 2 Lombok Barat.
Baca Juga: Polda NTB Salurkan Air Bersih untuk 35 KK Terdampak Kekeringan di Senggigi
Melalui MoU lanjutan tersebut, kerja sama kemudian memasuki tahap berikutnya. Mulai September 2026, dua siswa terpilih dari SLBN 2 Lombok Barat akan mengikuti program simulasi magang di Esda.
Founder Circle Puan yang menjembatani kegiatan inklusif antara Esda dan SLBN 2 Lombok Barat mengatakan, keterlibatan orang tua/wali murid dalam MoU menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program.
"Harapannya, dengan keterlibatan wali murid dalam keberlangsungan simulasi magang ini dapat menjadi gambaran bahwa ada peluang di masa depan untuk anak-anak mereka," ujarnya.
Owner Esda, Eka Sintala Dewi Anjani mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam program tersebut. Menurutnya, pelaksanaan kelas selama Agustus tidak hanya menjadi proses belajar bagi siswa, tetapi juga bagi tim Esda.
"Selama menjalani kelas di bulan Agustus saya merasa tidak hanya siswa yang belajar, tapi tim dari Esda ikut serta belajar dari teman-teman SLBN 2 Lombok Barat," ujarnya.
Baca Juga: Di Puncak HUT ke-25, AHY Tegaskan Demokrat Tetap Bersama Pemerintahan Prabowo
Kepala SLBN 2 Lombok Barat Eny Daryati bersama jajaran guru menyambut baik kelanjutan kerja sama tersebut. Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi siswa serta menjembatani mereka dengan dunia kerja yang lebih inklusif.
Sementara perwakilan orang tua/wali murid menyatakan kesiapan mendukung anak-anak mereka yang mendapat kesempatan belajar dan memperoleh pengalaman kerja secara langsung.
Melalui MoU lanjutan ini, seluruh pihak berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pelatihan. Simulasi magang bagi dua siswa SLBN 2 Lombok Barat diharapkan menjadi langkah awal untuk membekali mereka dengan keterampilan praktis dan pengalaman yang dapat mendukung kesiapan memasuki dunia kerja.
Editor : Marthadi