Gebrak TB di Lombok Timur Sasar 100 Kontak Erat, 60 Warga Jalani Skrining

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 07:33 WIB
Kepala Dikes NTB HL Hamzi Fikri. (YUYUN/LOMBOK POST)
Kepala Dikes NTB HL Hamzi Fikri. (YUYUN/LOMBOK POST)

LombokPost-Sebanyak 60 warga yang memiliki kontak erat dengan penderita tuberkulosis (TB) aktif menjalani skrining di Desa Kumbang, Lombok Timur, Selasa (15/9).

Pemeriksaan tersebut menyasar 100 warga yang masuk dalam kelompok kontak erat penderita TB. Skrining dilakukan melalui Gebrak TB atau Gerakan Bersama Penemuan Aktif Tuberkulosis Terintegrasi CKG, di Kantor Desa Kumbang, wilayah kerja Puskesmas Lendang Nangka.

“Pemeriksaan dilakukan untuk mempercepat penemuan kasus TB di tengah masyarakat, khususnya pada warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TB aktif,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB Lalu Hamzi Fikri.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Lombok Barat Genjot Tracking Kasus TBC

Fikri memastikan pemeriksaan menyasar warga yang telah teridentifikasi memiliki kontak erat dengan penderita TB aktif.

“Melalui Gebrak TB ini kita berharap penderita TB dapat ditemukan sedini mungkin, kemudian didampingi dalam menjalani pengobatan sampai tuntas, sehingga rantai penularannya dapat segera diputus,” ujarnya. 

Menurut Fikri, kelompok kontak erat menjadi sasaran penting dalam penemuan kasus karena memiliki riwayat berinteraksi dengan penderita TB aktif.

Karena itu, pemeriksaan dilakukan secara aktif untuk mengetahui kondisi kesehatan warga yang masuk dalam kelompok tersebut. 

Ia menegaskan penemuan kasus harus diikuti dengan penanganan hingga pengobatan selesai. Upaya tersebut dinilai penting agar penderita yang ditemukan, dapat segera memperoleh penanganan dan penularan TB dapat ditekan. 

“Untuk mencapai eliminasi TB di NTB dan Indonesia, diperlukan dukungan semua pihak. Semakin cepat kasus ditemukan dan ditangani, semakin cepat pula kita dapat memutus mata rantai penularan TB di masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: 6.631 Kasus Baru TBC Ditemukan di NTB

Gerakan yang saling terintegrasi ini, adalah langkah strategis yang digagas untuk mengakselerasi percepatan eliminasi kasus tuberkulosis di seluruh wilayah NTB, melalui pendekatan terpadu dan menyeluruh dari hulu hingga hilir. 

“Terobosan inovatif GEBRAK TB dibangun, berlandaskan pada enam pilar utama yang menjadi pijakan kuat dalam implementasi proyek perubahan,” jelasnya.

Semuanya mencakup, gerakan kolaborasi, edukasi dan skrining, berbasis data, respon cepat, aksi bersama, serta keberlanjutan tata kelola program.

“Di gerakan kolaborasi, kami ingin memperkuat koordinasi lintas bidang yang melibatkan jajaran dikes, Puskesmas, rumah sakit, laboratorium, pemerintah desa, PKK, hingga organisasi profesi,” jelasnya.  

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
kontak erat penderita Kesehatan skrining Tuberkulosis