
LombokPost-Penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) di NTB masih jauh dari target yang ditetapkan untuk 2026.
“Sampai dengan Agustus, baru 6.631 kasus atau 34,59 persen yang berhasil ditemukan dan dilaporkan,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB HL Hamzi Fikri, Selasa (1/9).
Adapun estimasi kasus TBC di NTB sebanyak 19.172 kasus. Pemerintah menargetkan penemuan mencapai 90 persen atau sebanyak 17.255 kasus pada 2026.
Baca Juga: Ampenan Tengah Melampaui Target, Intip Keseruan Kick-Off Tracing TBC CKG Pemkot Mataram
Dengan capaian tersebut, masih terdapat 12.541 kasus atau 65,41 persen dari target penemuan yang belum ditemukan.
Kondisi ini menunjukkan perlunya percepatan penemuan dan pengobatan kasus TBC secara aktif di seluruh wilayah Bumi Gora.
Kota Mataram menjadi daerah dengan capaian penemuan kasus tertinggi. Fikri merincikan, dari target 2.074 kasus, 1.204 kasus telah ditemukan atau mencapai 58,05 persen.
Capaian berikutnya, Lombok Barat sebesar 50,02 persen dengan 1.197 kasus ditemukan.
Kemudian Sumbawa Barat 44,26 persen dengan 208 kasus, disusul Dompu sebesar 42,80 persen dengan 395 kasus.
Sementara itu, sejumlah daerah masih membutuhkan percepatan penemuan kasus.
Kota Bima mencatat capaian 32,33 persen, Lombok Timur 30,64 persen, Sumbawa 26,20 persen, Lombok Utara 25,57 persen, dan Bima 25,40 persen.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




