Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KONI Pusat Evaluasi Venue PON di NTB, Beri Deadline Pembenahan

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
SATUKAN PANDANGAN: Suasana rapat koordinasi persiapan PON 2028 yang digelar KONI Pusat bersama Pemprov NTB, di Mataram, Kamis (29/10). (YUYUN/LOMBOK POST)
SATUKAN PANDANGAN: Suasana rapat koordinasi persiapan PON 2028 yang digelar KONI Pusat bersama Pemprov NTB, di Mataram, Kamis (29/10). (YUYUN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-KONI Pusat mengevaluasi kesiapan venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB, Kamis (29/10).

Hasil peninjauan menemukan sejumlah venue masih membutuhkan pembenahan, bahkan beberapa cabang olahraga (cabor) berpotensi dipindahkan karena belum memenuhi standar pertandingan. 

Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno mengatakan, peninjauan kali ini menjadi momentum percepatan persiapan venue setelah sebelumnya terkendala dinamika musyawarah provinsi terkait pergantian kepengurusan KONI Provinsi NTB. “Jadi, momen hari ini adalah momen percepatan,” kata Suwarno.

Dalam peninjauan tersebut, KONI Pusat melibatkan 30 Technical Delegate (TD) yang mewakili induk masing-masing cabang olahraga. Mereka melakukan visitasi dengan didampingi pengurus provinsi (Pengprov) untuk memastikan venue yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan pertandingan. 

Menurut Suwarno, pengecekan dilakukan terhadap cabang olahraga yang sebelumnya telah dikoordinasikan bersama NTB, NTT, dan DKI Jakarta. Dari hasil peninjauan, ditemukan venue yang dinilai memenuhi syarat dengan catatan, venue yang belum memenuhi syarat, serta venue yang masih membutuhkan kepastian pembangunan. 

Advertisement

Venue yang memenuhi syarat dengan catatan harus segera ditindaklanjuti pemerintah provinsi. Pembenahan mencakup penyempurnaan ruangan untuk ruang ganti atlet, toilet, panitia, ofisial, pengawasan doping, hingga pelayanan kesehatan. 

Selain kelengkapan ruangan, kondisi fisik venue juga menjadi perhatian. Mulai dari kebersihan, pengecatan, penataan lingkungan, akses masuk, hingga ketersediaan tempat parkir.

Jika terdapat kekurangan fasilitas, diperlukan penambahan atau overlay agar venue layak digunakan. “Ruangan itu yang diperlukan dalam setiap venue, ada spesifikasi masing-masing. Itu salah satu contoh apa-apa yang harus dikerjakan,” jelasnya. 

Sementara itu, venue yang dinilai belum memenuhi syarat berpotensi dipindahkan ke lokasi lain. Salah satu yang menjadi perhatian adalah venue atletik karena memiliki banyak nomor pertandingan.

Mulai dari lari 100 meter dan 400 meter, estafet, lari jarak menengah dan jauh, maraton, lompat tinggi, lompat jauh, lompat tinggi galah, berbagai nomor lempar, tolak peluru, hingga jalan cepat. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pembentukan PB PON XXII 2028 Belum Rampung, KONI Pusat Panggil Perwakilan NTB dan NTT

Pembentukan PB PON XXII 2028 Belum Rampung, KONI Pusat Panggil Perwakilan NTB dan NTT

Pembentukan PB PON XXII 2028 di NTB dan NTT belum rampung. KONI Pusat turun tangan panggil perwakilan daerah demi kejelasan SK resmi.

Dari Mandalika ke PON 2028: Menagih Dividen Olahraga NTB

Dari Mandalika ke PON 2028: Menagih Dividen Olahraga NTB

Mandalika dan PON 2028 menjadi momentum bagi NTB membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan, transparan, dan berprestasi.

Mohan Roliskana Pimpin KONI NTB 2026–2030, Siapkan Peta Jalan Menuju PON 2028

Mohan Roliskana Pimpin KONI NTB 2026–2030, Siapkan Peta Jalan Menuju PON 2028

Mohan Roliskana resmi terpilih Ketua KONI NTB 2026-2030. Siapkan reformasi pembinaan atlet & target 5 besar PON 2028.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer