Gubernur NTB Ingatkan PMI Tentang Pentingnya Budaya Kerja

Kimda Farida • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:54 WIB
MAGANG: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima audiensi PT. Taisyo Jepang dan peserta magang di Ruang Kerja Kantor Gubernur NTB, Senin (14/9).
MAGANG: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima audiensi PT. Taisyo Jepang dan peserta magang di Ruang Kerja Kantor Gubernur NTB, Senin (14/9).

 

LombokPost--Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan bekerja di luar negeri untuk selalu mengutamakan disiplin dan budaya kerja.

“Tetap disiplin dan selalu utamakan budaya kerja. Dan selalu berkomitmen untuk berkontribusi dan belajar pada perusahaan tempat bekerja,” kata Gubernur Miq Iqbal saat menerima audiensi PT. Taisyo Jepang dan peserta magang di Ruang Kerja Kantor Gubernur NTB, Senin (14/9).

Gubernur Miq Iqbal menegaskan, selama ini banyak perusahaan luar negeri sangat tertarik untuk mempekerjakan PMI asal NTB karena memiliki karakter yang sangat disiplin dan menjunjung tinggi budaya kerja.

“Jika sudah disiplin dan utamakan budaya kerja, tentu perusahaan tempat bekerja akan memberikan penghargaan berupa pendapatan yang tinggi,” katanya.

Gubernur Miq Iqbal juga berpesan agar pendapatan atau gaji yang diterima selama bekerja diinvestasikan ke hal-hal yang produktif seperti tanah, rumah, maupun tempat usaha.

“Jika sudah kembali ke kampung halaman, pendapatan yang diperoleh selama magang bisa digunakan untuk membuka usaha,” katanya.

Gubernur Miq Iqbal mengatakan bahwa Pemprov NTB sangat mendukung program pemagangan ke luar negeri.

Baca Juga: Kemenkum NTB Bidik UMKM Sumbawa, Dorong Pelaku Usaha Lindungi Merek

Tujuannya bukan saja untuk mencari kerja kemudian mendapatkan gaji.

“Yang tak kalah penting adalah bagaimana peserta magang mendapatkan pengalaman dalam bekerja dan hasil yang didapatkan digunakan untuk hal-hal yang produktif sehingga tetap memiliki penghasilan,” katanya.

Ketua Tim Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Muhammad Sihab mengatakan, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan perusahaan luar negeri.

Selama kurang lebih 32 tahun kerja sama tersebut, pemerintah sudah mengirimkan 148.000 peserta yang sudah dimagangkan di Jepang.

Rekrutmennya dilakukan melalui dinas ketenagakerjaan provinsi, kabupaten/kota, hingga Balai Vokasi yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan.

“Untuk program magang di Perusahaan Taisyo Co.Ltf baru pertama kali. Mereka tertarik menerima tenaga kerja dari Indonesia karena memiliki budaya kerja yang sangat baik,” katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Provinsi NTB Aidy Furqan mengatakan, peserta magang ke Jepang sudah melalui sejumlah pelatihan kemampuan dasar bahasa Jepang.

Baca Juga: Cuaca Hambat Pencarian 129 Korban Virgo Transport 8, Basarnas Siapkan Skenario Salvage

Selain itu peserta juga memahami budaya dan etika kerja Jepang, mengenal jenis pekerjaan, memiliki keterangan fisik, kompetensi, mental, disiplin, serta etos kerja yang baik sebagai pekerja.

“Peserta magang ini kita harapkan menjadi bagian duta NTB untuk mewujudkan dan menyuarakan visi NT yang Makmur Mendunia,” ungkapnya.

Editor : Kimda Farida
magang jepang pekerja migran indonesia Gubernur NTB PMI NTB Lalu Muhamad Iqbal