LombokPost-Penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 telah mencapai hampir 70 persen, dari 150 ribu lebih tiket yang dirilis. “Kita sempat jumpa dengan teman-teman dari ITDC dan MGPA dan saya mendapatkan informasi itu," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB Ahmad Nur Aulia, Rabu (23/9).
Untuk tiket khusus warga NTB, penjualan tahap pertama telah ditutup dan selanjutnya akan dibuka tahap kedua. Di sisi lain, promosi MotoGP Mandalika ke luar daerah tetap dilakukan. Sebelumnya, roadshow telah menyasar sejumlah daerah, termasuk Jogjakarta.
Dalam dua pekan terakhir, pola promosi kemudian diperkuat dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota di NTB. Turut menjadi perhatian, bagaimana memastikan akses mereka menuju Lombok.
Baca Juga: MotoGP Portugal Resmi Diperpanjang hingga 2029, Portimao Tetap Jadi Tuan Rumah
Karena itu, promosi turut menginformasikan pilihan konektivitas menuju Lombok. Selain penerbangan langsung, calon penonton juga dijelaskan dengan sejumlah alternatif perjalanan selain melalui jalur udara.
Untuk pasar luar negeri, Aulia menyebut masih menjadi catatan, karena mendatangkan penonton mancanegara membutuhkan waktu persiapan yang lebih panjang. Idealnya, pasar tersebut sudah dipastikan sejak enam bulan sebelum penyelenggaraan.
Meski demikian, Aulia menyebut telah mendapat informasi calon penonton dari kawasan Asia yang mengakses MotoGP Mandalika 2026.
Kembali soal upaya promosi, hal tersebut juga melibatkan jaringan InJourney di bandara.
Di lain pihak, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok telah menerima 66 permohonan penerbangan non-reguler hingga pertengahan September.
Baca Juga: Kalkulasi Perputaran Ekonomi MotoGP Mandalika Rp 5 Triliun
General Manager BIZAM Lombok Aidhil Philip Julian mengatakan, permintaan penerbangan tambahan menunjukkan peningkatan kebutuhan konektivitas udara menjelang ajang balap tersebut. Rinciannya terdiri atas 48 penerbangan tambahan, 11 penyewaan pesawat eksklusif, empat penerbangan dengan perubahan ke pesawat berkapasitas lebih besar, serta tiga penerbangan tanpa penumpang.
“Jumlahnya masih sangat dinamis dan diprediksi terus bertambah,” ujarnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan