LombokPost - Pemprov NTB melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB resmi mengalirkan tahapan seleksi Pemuda Pelopor Desa NTB, Sabtu (26/9). Tahapan awal peninjauan lapangan diawali dari wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mencari sosok penggerak perubahan dari pelosok.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB H Tarmidzi, S.Kom., M.E., memimpin langsung proses verifikasi lapangan tersebut. ”Kami turun ke desa-desa untuk memastikan aksi nyata anak muda yang betul-betul berdampak langsung pada ekonomi dan sosial masyarakat,” ujar Tarmidzi.
Sesuai kriteria ajang seleksi Pemuda Pelopor Desa NTB, peserta berusia 16 hingga 30 tahun yang memotori bidang wirausaha, ekonomi digital, lingkungan, hingga seni budaya. Di KSB, terdapat dua nama yang langsung masuk radar verifikasi tim penilai.
Baca Juga: Cegah Bahaya Radikalisme, Densus 88 dan Dikpora NTB Edukasi Pelajar SMAN 4 Mataram
Pilihan pertama jatuh pada Johari, pemuda penggerak bidang kewirausahaan asal Desa Rara Ronges, Kecamatan Brang Rea. Demi memvalidasi usahanya, tim harus menembus rute ekstrem menuju kawasan perkebunan.
Medan terjal di ketinggian sekitar 800 MDPL ditempuh dalam waktu satu jam perjalanan dari pusat Kota Taliwang. Jalur licin tak menyurutkan langkah penilai seleksi Pemuda Pelopor Desa NTB untuk melihat langsung pengolahan kopi lokal garapan Johari.
”Semangat Johari menggarap potensi kopi di wilayah terpencil menjadi contoh konkret keterlibatan pemuda membangun desa,” tutur Tarmidzi.
Baca Juga: Cegah Pernikahan Usia Anak, Dikpora NTB Ajak Siswa SMAN 1 Pringgabaya Gali Potensi Diri
Selain Johari, verifikasi juga menyasar Eka Laraswati untuk kategori sosial kemasyarakatan. Sosok influencer penerima beasiswa Fully Funded Malaysia-Singapura 2026 ini diuji langsung di Aula Kantor Disparpora KSB oleh dewan juri.
Jajaran dewan juri yang terdiri dari Prof Kadri, L Surya Mulawarman, Gema, Heny Indu, dan Junaidin mencecar gagasan serta keberlanjutan program Eka. Pertanyaan tajam dialamatkan guna mengukur keotentikan dampak sosial dalam rangkaian seleksi.
”Tiap kandidat harus mampu membuktikan bahwa ide yang mereka usung bukan sekadar konsep di atas kertas,” tegas Tarmidzi.
Rangkaian peninjauan di Pulau Sumbawa berlanjut ke Sumbawa Besar pada 28-29 September, disusul Kabupaten Dompu dan Bima. Setelah itu, tim seleksi Pemuda Pelopor Desa NTB bakal bergerak menilai perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Pulau Lombok pada awal Oktober mendatang.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Dikpora NTB