Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hybrid Learning dan Blended Learning” Solusi Pembelajaran Terbaik di Era Digital

Kimda Farida • Kamis, 19 Oktober 2023 | 09:02 WIB
M. Zaki Pahrul Hadi, M.Pd.C.PS
M. Zaki Pahrul Hadi, M.Pd.C.PS

Oleh: M Zaki Pahrul Hadi, M.Pd.C.PS (Mahasiswa S3 Ilmu Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Semarang)

DALAM 3 tahun terahir sejak Era Pademi, kita dipaksa, khususnya yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, untuk beradaptasi dengan pembelajaran online.  Selain memiliki mudarat atau efek negatif dalam banyak hal, ternyata musim pandemi yang telah berlalu menyisakan banyak manfaat bagi kita semua, salah satunya adalah kita mulai terbiasa dengan sistem pembelajaran online. Sistem pendidikan online sebenarnya bukan hal yang baru. Di negara negara-negar maju, sistem pembelaran online sudah sejak lama diterapkan.

Banyak penelitian penelitian terdahulu tentang pembelajaran online  yang dilakukan jauh sebelum masa pandemi, salah satu penelitian mengenai penggunaan teknologi untuk pembelajaran adalah yang dilakukan oleh Paul Martin Lester dan Cyntia Marie King dari Universitas California yang berjudul “Analog Vs. Digital Instruction And Learning: Teaching Within First and Second Life Environments” pada tahun 2009. Dalam penelitiannya, mereka membandingkan pembelajaran pada mata kuliah komunikasi visual antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran online. Pembelajaran tatap muka tradisional sebanyak 161 peserta dan pembelajaran daring sebanyak 173 peserta.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa menikmati pengalaman belajar di kelas virtual atau  online karena mereka merasa lebih fleksibel, kreatif dan  tidak khawatir akan kurangnya ruang  kelas ketika menyelenggarakan kelas berskala besar. Hal ini jelas membuktikan bahwa pembelajaran daring sudah ada jauh sebelum pandemi. Faktanya, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak hanya dilakukan di ruang kelas formal  tetapi juga dalam kursus atau pelatihan.

Sebelum terlampu jauh berbicara tentang hybrid learning dan blended learning, mari kita memahami dulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan hybred learning dan blended learning. Apakah kedua istilah ini memiliki makna yang sama atau justru berbeda?

Dalam kebanyakan kasus, hybrid dan blended learning terlihat sama. Namun, kedua pendekatan berbeda. Apa sebenarnya yang membuat perbedaan? Siswa yang menerima pendidikan hybrid dan yang menerima pendidikan tatap muka tidak sama. Teknologi seperti konferensi video memungkinkan pembelajaran langsung dan jarak jauh dilakukan secara bersamaan. Pembelajaran hybrid melibatkan belajar secara langsung maupun daring. Namun, guru sering menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Misalnya, pelajaran diajarkan di kelas, dan tugas dan diskusi dilakukan secara online. Sederhananya, blended learning melibatkan penggabungan penyampaian materi secara online dan tatap muka dalam satu pertemuan.

Pada saat yang sama, metode campuran menggabungkan pembelajaran bersama dan pembelajaran mandiri. Pembelajaran campuran melibatkan penggabungan metode pembelajaran sinkron dan asinkron. Dalam metode ini, siswa diberikan waktu untuk mempelajari materi tertulis. Siswa kemudian dapat bertemu langsung untuk berdiskusi atau berlatih. Kegiatan pada pertemuan tatap muka dapat mencakup pra-tes, pembahasan materi, melakukan review individu, dan menyiapkan materi atau presentasi.

Graham (2005) menjelaskan blended learning dengan istilah yang lebih sederhana. Ia menjelaskan, cara pembelajarannya merupakan perpaduan antara pembelajaran daring dan luring atau tradisional. Dari segi efektivitas, metode hybrid learning dan blended learning bisa efektif tergantung pada kebutuhan kelas, kondisi peserta, dan tujuan pembelajaran. Misalnya, jika siswa tersebar di lokasi berbeda, sistem pembelajaran campuran dapat dipertimbangkan. Sebaliknya jika tujuan pembelajaran adalah kemampuan siswa dalam mengeksekusi materi pembelajaran, maka pendekatan blended learning cenderung lebih bermanfaat.

 Terapkan Hybrid Learning dan Blended Learning jangan Menunggu Pandemi

Saat ini, pendidikan online, juga dikenal sebagai e-learning, telah mencapai kemajuan yang cukup menggembirakan. Saat ini sudah cukup banyak perguruan tinggi yang melakukan inovasi pembelajaran menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk perguruan Tinggi di Nusa tenggara Barat. Salah satunya dalah Universitas Bumigora (dulu STMIK Bumigora) yang telah lama menerapkan sistem pembelajaran blended atau perpaduan pembelajaran tatap muka dan daring dan pembelajaran hybrid.  Pembelajaran Online di Universitas Bumigora menggunakan LMS atau Learning Management System yang dapat diakses kapan saja dan darimana saja, tentunya dengan memperhatikan batas waktu teruutama jika ada tugas yang harus diselesaikan.

Dengan menerapkan sistem pembelajaran blended, mahasiswa bisa belajar secara fleksibel kapan saja dan dari mana saja tentunya dengan tidak meninggalkan sistem pembelajaran tradisional atau tatap muka. Selama ini banyak yang beranggapan bahawa menerapkan pembelajaran online, rasa atau ruh peretemuan tatap muka menjadi hilang. Maka menurut saya  blended atau hybrid learning adalah jawaban yang paling tepat agar ke-khasan pembelajaran langsung tetap dirasakan dan disatu sisi para siswa, mahasiswa, guru dosen dan semua yang terlibat dalam pembelajaran menjadi lebih melek terhadap dunia teknologi di era digital karena mau tidak mau suka tidak suka teknolongi telah terlalu banyak memberi pengaruh dalam dunia Pendidikan dan kita semua harus terbiasa dengan aplikasi aplikasi pembelajaran yang memudahkan peserta didik untuk belajar. Jadi jangan hanya menunggu pandemi baru kita mau menerapkan pembelajaran hybrid atau online. Sudah seharusnya, semua Perguruan Tinggi dan Sekolah-sekolah memiliki sistem E-learning yang dapat memudahkan dalam proses pembelajaran. (*)

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#blended learning #hybrid learning