Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Fakultas Hukum Unram yang Tak Terkalahkan

Rury Anjas Andita • Kamis, 2 November 2023 | 09:00 WIB
Prof Zainal Asikin
Prof Zainal Asikin
  1. Pengantar

 

SAYA sangat bangga menjadi alumni dan dosen Fakultas Hukum Unram. Meskipun di tengah badai sebesar apapun, dia tetap menunjukan dirinya sebagai fakultas yang hebat. Banyak yang meragukan eksistensi  fakultas hukum, dianggap sebagai fakultas yang dosennya terkesan santai dan penuh canda dan penuh kehangatan dibandingkan fakultas lain di Unram yang rata rata terkesan “serius, serem, dan kaku“ seolah-olah penuh perdebatan .

Tapi  tidak  ada seorangpun yang  menduga bahwa  para punggawa  fakultas hukum sangat menguasai  seni berperang (art of war ) karya Sun Tzu. Sehingga  menguasai  menaklukkan medan  dan  musuh.  Fakultas Hukum Unram  berhasil  menjadi fakultas terakreditasi A (pertama  kali di Unram), kemudian menjadi unggul (ketika diubah predikat unggul di atas A).  Kemudian satu satunya untuk  pertama  kali    jurnal Fakultas Hukum Unram mencapai predikat Shinta 2.  Seolah-olah ingin menegaskan dialah pelopor untuk mencapai kemajuan di bidang  jurnal akademik .

 

  1. Menguasai Penjuru Kehidupam

 

Banyak yang salah mengira bahwa belajar hukum itu hanya belajar soal peraturan,  belajar soal undang-undang, dan belajar tentang kaidah. Orang belum faham bahwa Jurisprudence  (ilmu hukum) adalah di samping ilmu hukum (normen weijsenshap), tetapi belajar juga tentang pengertian (begrijven Weijsenchap) dan ilmu kenyataan (taath weijsnchap). Karena cara pandang  seperti itulah  fakultas hukum mengajarkan cara berpikir  progresif  responsif. Sebagaimana  kata Profesor Nonet & Selznick. Bahwa  orang hukum jangan berpikir biasa-biasa saja, tapi berpikirlah secara luar biasa.

Belajalah tentang  “Dunia yang Disembunyikan “ karya Jonathan Black, karena dunia ini bukan hanya yang nampak,  raihlah kemenangan dengan menaklukan sesuatu yang orang tidak diketahui. Belajarlah tentang MATAHARI sebagaimana karya Remy Sylado agar anda tidak kepanasan dan terpanggang dalam kesulitan.

Maka  belajarlah mengambil keputusan dan tindakan  yang seolah olah anda dikatakan “gila” padahal di situlah  awal dari sebuat keberhasilan sebagaimana ditulis  dalam buku Abu Al Qasim An Naisabur dengan judul  Kebijakan Orang Orang Gila .  Fakultas hukum Unram tidak sekadar bicara teori tentang kehidupan tetapi  menerapkan kebaikan dalam kehidupan, dan itulah yang diotak atik dalam diskusi dikusi paruh waktu para cendekia Fakultas Hukum Unram dengan  berbasis Kitab Syajaratul  Ma,arif  karya Syeh Izzudin bin Abdussalam.

 

  1. Jurnal Scopus

 

Siapa mengira bahwa Fakultas Hukum Unram memiliki Jurnal Internasional bereputasi yang para ahli diakui di seluruh dunia dengan Nama  Scopus. Perlu anda ketahui untuk menjadi profesor tulisan anda harus sudah dimuat dalam jurnal  bereputasi Internasional (scopus).  Bahkan untuk menjadi doktor, tulisan desertasi anda harus dimuat di jurnal scopus. Dapat dibayangkan betapa susahnya sebuah tulisan di jurnal bereputasi scopus, karena harus membayar kurang lebih Rp 50 juta, dengan seleksi yang “super ketat“ dan masa tunggu antara  6-12 bulan.  Itupun belum tentu berhasil.

Tapi, apa yang dilakukan oleh Fakultas Hukum Unram? Dia melompat jauh, sejauhnya yaitu bukan saja tulisan para mahasiswa dan dosennya yang dimuat pada jurnal Scopus , tetapi bahkan Jurnal IUS milik Fakultas Hukum Unram saat ini telah “bereputasi internasional “.  Maka Jurnal IUS Fak Hukum bukan saja diakui secara nasional  tetapi diakui secara internasional, sedangkan jurnal jurnal lain di Unram masih terseok-seok untuk hanya sekadar meraih jurnal nasional Shinta 2 atau Shinta 1.   

Dengan predikat Scopus  yang dimiliki oleh Jurnal IUS Fak Hukum Unram,  sekarang ini telah antre tulisan dari seluruh Indonensia dan dari berbagai negara agar tulisannya bisa dimuat! Sungguh capaian luar biasa!

Mengapa hal itu bisa dicapai oleh Fakultas Hukum Unram? Apakah karena Fakultas Hukum Unram memiliki dana besar? Sama sekali tidak. Masih banyak fakultas-fakultas di Unram memiliki  dana yang jauh lebih besar dibandingkan Fakultas Hukum Unram .   Hanya saja bagi Fakultas Hukum Unram, uang bukan segala-galanya, tetapi kekurangan dana justru harus dijadikan motivasi untuk sebuah kemajuan. Itulah yang diajarkan dalam Buku The Psychology  of Money karya Morgan Housel.

Tapi sayang, keberhasilan yang mendunia Fakultas Hukum Unram tidak pernah disambut gembira oleh pimpinan universitas untuk sekadar makan Bebek Galih rame- reme atau memberikan hadiah. Rupanya kita lebih penting memberikan hadiah bagi juara lagu keroncong, juara lagu karaoke atau hadiah pertandingan bulu tangkis.

Maka berkumpullah para Pengurus Jurnal IUS Unram di pojok kota dengan meniup lilin kehidupan  sebagai penerangan adanya kegelapan di pojok-pojok kampus. Bravo Fakultas Hukum Unram. (*)

 

*Penulis: Prof Dr Zainal Asikin,SH.,SU (Mantan Ketua Senat Mahasiswa  Fakultas Hukum Unram, Mantan Dekan, Mantan WR-4, Mantan Ketua Balai Pengabdian, Mantan Ketua Prodi Magister Hukum, dan mantan orang muda yang progresif)

Editor : Rury Anjas Andita
#Unram #fakultas hukum