Catatan Refleksi Akhir Tahun 2025
Oleh: Wartawan Lombok Post Biro Lombok Barat
LombokPost - Hanya dalam waktu 10 bulan, terhitung sejak awal Maret mulai masuk kantor bupati, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini bersama Wakil Bupati Nurul Adha, berhasil menyulap wajah Gumi Patut Patuh Patju.
Perubahan tersebut tidak hanya tampak secara fisik, tetapi lebih jauh membangkitkan semangat optimisme bahwa pembangunan Lombok Barat akan melesat.
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang akrab disapa LazAdha ini menunjukkan kesungguhan dalam bekerja. Seperti disampaikan mantan Sekda Lombok Barat, Ilham, dalam kata perpisahannya saat pensiun pada 31 Desember lalu.
Ia melihat adanya keseriusan bupati dan wakil bupati yang memiliki visi tajam serta pandangan ke depan untuk melakukan lompatan pembangunan Lombok Barat. Semua itu dijalankan secara sungguh-sungguh, terukur, dan berbasis data.
Kerja nyata Bupati LAZ, sapaan bupati dan Wabup Nurul Adha terasa jelas ketika warga Lombok Barat membludak merayakan pergantian Tahun Baru di Bundaran Giri Menang Square (GMS). Perayaan tahun baru dengan revitalisasi kawasan GMS—yang menghadirkan air mancur menari, water screen, hingga plaza GMS—seolah menjawab harapan masyarakat yang selama ini merindukan geliat pembangunan di Lombok Barat.
Antusiasme masyarakat terlihat saat ribuan warga memadati Bundaran Giri Menang Square untuk merayakan pergantian tahun dengan suguhan air mancur menari dan water screen.
“Lima tahun terakhir tinggal di Lombok Barat, baru kali ini saya merasakan kerja nyata pemerintah,” ujar Elsa, salah satu warga.
Tidak hanya sebatas kembang api dan perayaan seremonial, Bupati LAZ dan Wabup Nurul Adha juga menghidupkan Gerung sejak peringatan HUT Lombok Barat pada April 2025. Event presean yang menyedot animo ribuan warga dibaca oleh bupati sebagai salah satu strategi untuk menghidupkan Gerung agar benar-benar layak disebut sebagai ibu kota kabupaten.
Hasilnya, tahun ini berdiri colosseum di Taman Kota Gerung yang mampu menampung ribuan penonton untuk menyaksikan presean dan berbagai atraksi budaya lainnya.
“Saya lihat di media sosial, presean di Taman Kota Gerung ini selalu ramai. Makanya saya datang langsung, dan memang keren. Mantap sekarang kalau kita mau nonton presean,” ujar Fahrudin Alawi, salah satu dosen yang kini tinggal di Perumahan Terong Tawah.
Bupati LAZ dan Wabup Nurul Adha berhasil menjadikan Taman Kota Gerung sebagai pusat aktivitas warga. Tidak hanya menyiapkan wadah, tetapi juga memberikan contoh bagaimana cara menghidupkan sebuah kota. Dimulai dengan menghadirkan kegiatan secara konsisten, seperti Car Free Day dan Car Free Night yang digelar setiap akhir pekan.
Di sektor birokrasi, pasangan LazAdha benar-benar memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Dengan tagline “berbasis kinerja”, tidak ada lagi pejabat yang mendapat panggung hanya dengan modal asal bapak senang (ABS). Mereka yang benar-benar memiliki kinerja diberi ruang terbaik untuk menuangkan inovasi, ide, dan gagasannya.
Sebaliknya, pejabat atau kepala OPD yang berdasarkan hasil job fit, asesmen, atau evaluasi kinerjanya dinilai tidak memuaskan, ditempatkan sesuai dengan kapasitasnya. Terlihat keras, namun inilah langkah yang memang dibutuhkan Lombok Barat saat ini.
Gumi Patut Patuh Patju membutuhkan birokrasi yang diisi oleh orang-orang yang bekerja cepat, tepat, terukur, dan menghasilkan dampak nyata agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Dengan kerja keras yang dilakukan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai mencatatkan hasil positif. Pada tahun ini, angka kemiskinan mengalami penurunan signifikan. Jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 4.000 jiwa atau turun 0,75 persen, sekaligus melampaui target yang telah ditetapkan dalam RPJMD.
Data terbaru menunjukkan angka kemiskinan Lombok Barat kini berada di kisaran 11,9 persen atau sekitar 92.000 jiwa, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 96.000 jiwa (sumber: Bappeda Lobar).
Pondasi pembangunan ekonomi makro juga terus dilakukan. Penguatan usaha kecil menengah dengan pinjaman modal, penguatan pariwisata dengan pembangunan dermaga Senggigigi, hingga pembangunan Alun-alun Kota Gerung dan penyiapan Kartu Sejahtera dengan basis satu data terpadu menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Namun demikian, tentu masih banyak pekerjaan rumah yang menanti. Mengingat Lombok Barat punya 10 kecamatan yang masih menanti sentuhan bupati dan wakilnya.
Kesan kuat yang ditinggalkan dalam 10 bulan kepemimpinan Bupati LAZ dan Wabup Nurul Adha telah membentuk ekspektasi tinggi di tengah masyarakat bahwa dalam empat tahun ke depan, pembangunan Lombok Barat akan jauh lebih menggeliat dibandingkan tahun 2025.
Menjawab ekspektasi tersebut tentu tidak mudah. Diperlukan kekompakan nakhoda dan seluruh awak kapal, dalam hal ini para kepala dinas beserta jajarannya. Jika tidak mampu memenuhi harapan masyarakat, konsekuensinya tentu akan menjadi sorotan dan kritik publik. Bahkan lebih ekstrem siap-siap dihujat.
Hal yang tak kalah penting, seluruh kerja nyata dan pembangunan yang dilakukan tidak boleh menabrak aturan, terlebih aturan hukum. Sekali saja melanggar, seluruh kebaikan dan capaian pembangunan yang telah diraih bisa terlupakan. Karena nila setitik, rusak nila sebelanga.
Sebagai penutup, mewakili beberapa teman pepadu presean, Desa Kebon Ayu serta rekan-rekan yang gemar menyaksikan presean di Taman Kota Gerung, kami mengucapkan terima kasih kepada pasangan Bupati LAZ dan Wakil Bupati Nurul Adha (LazAdha). Kami merasa bangga jadi warga Lombok Barat.
Editor : Siti Aeny Maryam