Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada! Ban Sepeda Motor Aus Ancam Keselamatan, Kapan Waktu Tepat Menggantinya?

Nurul Hidayati • Rabu, 4 Juni 2025 | 18:23 WIB
Seorang teknisi Honda saat mengecek kondisi ban salah satu kendaraan, beberapa waktu lalu.
Seorang teknisi Honda saat mengecek kondisi ban salah satu kendaraan, beberapa waktu lalu.

LombokPost – Kondisi ban sepeda motor yang aus adalah risiko serius yang dapat mengganggu pengalaman berkendara dan bahkan membahayakan keselamatan.

Ban yang licin dan daya cengkeram rem yang menurun drastis saat ban aus bisa menjadi pemicu kecelakaan.

Oleh karena itu, penggantian ban secara berkala menjadi sangat penting, terutama jika melihat ban sudah gundul, retak, atau mengalami tanda-tanda kerusakan lainnya.

Berikut adalah panduan lengkap dari Honda Community mengenai waktu yang tepat untuk mengganti ban motor Honda.

Cek Kondisi Alur Ban

Hal pertama yang harus selalu diperhatikan adalah alur ban. Jika alur ban sudah menipis atau bahkan sudah gundul, itu adalah tanda paling jelas untuk segera mengganti ban motor.

Ban yang gundul akan sangat memengaruhi kenyamanan dan stabilitas berkendara, serta meningkatkan risiko kecelakaan.

Ban motor yang aus akan terasa sangat licin, apalagi saat musim hujan di mana risiko selip jauh lebih besar.

Kondisi ini dapat menyebabkan tergelincir karena ban sudah tidak dalam kondisi optimal.

Jadi, jika merasakan ban motor sudah gundul atau aus, segera kunjungi bengkel AHASS terdekat untuk penggantian ban baru.

Perhatikan Jarak Tempuh Kendaraan

Meskipun ini hanya patokan umum, jarak tempuh juga bisa menjadi indikator.

Untuk ban depan, disarankan untuk diganti setelah digunakan berkendara hingga 12.000 km.

Sementara itu, ban belakang umumnya direkomendasikan untuk diganti setelah mencapai 10.000 km.

Angka-angka ini bukan aturan baku. Jika ban motor masih terasa prima meskipun sudah melewati jarak tempuh tersebut, tidak perlu terburu-buru menggantinya.

Namun, tetap lakukan pengecekan rutin pada ban setelah berkendara jarak jauh.

Pastikan tidak ada retakan atau bagian yang aus agar performa kendaraan tetap terjaga optimal di jalan.

Perhatikan Usia Ban Motor

Idealnya, usia maksimal ban motor yang direkomendasikan adalah 2 tahun.

Lebih dari itu, sangat disarankan untuk segera menggantinya.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Ban motor yang sudah berusia lama akan rentan mengalami berbagai kendala, seperti timbulnya retakan, sering bocor, atau bahkan menjadi botak.

Material ban akan mengeras dan kehilangan elastisitasnya seiring waktu, mengurangi kemampuan cengkeramannya.

Ban Motor yang Sering Mengalami Kebocoran

Jika ban motor sudah sering mengalami kebocoran saat berkendara, sebaiknya segera diganti dengan ban baru.

Terlebih jika kebocoran sudah terjadi lebih dari dua kali, itu menandakan bahwa ban tersebut sudah tidak dapat bekerja secara optimal.

Mempertahankan ban yang sering bocor hanya akan mengganggu kenyamanan dan keamanan berkendara.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Daripada terus-menerus menambal ban, akan jauh lebih baik dan aman jika segera membawanya ke bengkel terdekat untuk diganti dengan ban baru.

Dengan demikian, telah memprioritaskan keselamatan berkendara bagi diri sendiri.

Perlu diingat bahwa ban memiliki peran yang sangat penting dalam keselamatan berkendara.

Oleh karena itu, kondisi ban harus selalu dicek secara berkala.

Pastikan ban tidak aus, retak, atau botak.

Dengan perawatan dan perhatian yang tepat pada ban motor, risiko ban selip dan potensi bahaya lainnya dapat diminimalisir secara signifikan.

Editor : Rury Anjas Andita
#ban #keselamatan #penggantian #gundul #honda