LombokPost - Toyota dan Daimler Truck AG resmi menyatukan kekuatan. Dua raksasa otomotif dunia itu menggabungkan anak usaha mereka di sektor kendaraan niaga, Hino Motors Ltd. dan Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation, dalam merger setara yang akan melahirkan raksasa baru di industri truk global.
Merger Hino dan Fuso ini diumumkan melalui kesepakatan definitif yang ditandatangani pada Jumat (14/6).
Entitas hasil penggabungan dijadwalkan mulai beroperasi pada April 2026, dengan Karl Deppen, CEO Mitsubishi Fuso saat ini, yang akan memimpin sebagai CEO.
Toyota dan Daimler akan memegang masing-masing 25 persen saham, dengan hak suara Toyota dibatasi hanya 19,9 persen demi menjaga keseimbangan kendali.
Sementara itu, lebih dari 40 ribu karyawan akan bergabung dalam entitas baru yang akan berbasis di Tokyo dan melantai di Prime Market Bursa Tokyo.
"Skala adalah kunci untuk menang dalam transformasi teknologi industri kita," tegas Karin Radstrom, CEO Daimler Truck AG.
Toyota dan Daimler menargetkan pasar kendaraan niaga global yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari US$600 miliar (sekitar Rp1000 triliun) dalam beberapa tahun mendatang.
Merger Hino-Fuso diyakini akan memperkuat posisi Jepang dalam kompetisi global menghadapi gempuran truk listrik dan otonom dari Tiongkok dan Eropa.
Tak hanya itu, perusahaan baru ini juga akan fokus pada pengembangan teknologi truk listrik, hidrogen, serta kendaraan komersial otonom (CASE: Connected, Autonomous, Shared, Electric).
Hal ini sejalan dengan target dekarbonisasi dan kebutuhan transportasi masa depan yang lebih bersih.
Menariknya, Toyota juga akan mengambil alih pabrik Hamura dari Hino dengan nilai sekitar US$1 miliar, untuk memperkuat rantai pasok strategis perusahaan baru tersebut.
Dalam pernyataannya, CEO Toyota Koji Sato menyebut bahwa kesepakatan ini bukanlah garis akhir, melainkan garis start untuk menciptakan "masa depan truk global yang lebih kuat dan berkelanjutan".
Merger Toyota dan Daimler melalui Hino dan Fuso menjadi bukti bahwa industri otomotif dunia sedang bergerak menuju efisiensi dan konsolidasi, di tengah disrupsi teknologi dan kebutuhan emisi rendah.
Dengan penggabungan Hino dan Fuso, Toyota dan Daimler bersiap menggempur pasar kendaraan niaga global dengan truk listrik dan hidrogen.
Raksasa baru ini diyakini akan menjadi pionir di kawasan Asia-Pasifik dan menantang dominasi Tiongkok serta Eropa. (***)
Editor : Alfian Yusni