LombokPost- Tren modifikasi sepeda motor terus menggeliat. Dari sekadar hobi, kini menjadi gaya hidup bahkan ladang cuan. Di bengkel-bengkel, tangan-tangan kreatif meracik motor biasa menjadi luar biasa.
Dari yang simpel ganti knalpot sampai ubahan total bergaya Japstyle atau Café Racer, modifikasi sepeda motor kian digandrungi. Tak hanya jadi ajang ekspresi diri, dunia modif kini menjelma jadi ekosistem kreatif yang hidup.
Motor custom menjadi cerminan dari ambisi dan keinginan untuk tampil beda. Bahkan merasa lebih berwibawa di jalanan. Bagi sebagian besar orang, sepeda motor bukan hanya sekadar alat transportasi, melainkan juga cerminan gaya hidup dan ekspresi diri.
Salah satu pecinta motor custom Lalu Losta Wirabakti. Motor custom bagi pemuda Lombok Tengah ini punya daya tarik yang tak tertandingi. Karena pada motor rakitan sesuai selera yang jauh melampaui sekadar kepemilikan.
“Motor custom itu soal wibawa,” ujar Losta, sapaab karibnya.
Pria 25 tahun ini tidak seperti anak muda lainnya, Losta enggan tertarik dengan motor keluaran terbaru dari pabrikan dengan berbagai merek. Melainkan ia lebih suka dengan motor tua yang di custom.
Dalam beberapa tahun terakhir ini ia sudah memiliki dua motor custom. Tahun 2017 ia memiliki motor custom basis Jupstyle. Motor ini ia gambar sendiri bodinya. Lalu meminta bengkel untuk merakitnya sesuai selera.
“Tinggal kita kirimkan gambarnya, nanti bengkel yang merakit. Kalau mesinnya sudah kita tentukan,” kata pria yang Mei lalu menginjak usia 25 tahun.
Awalnya, pemesanan untuk motor custom ia lihat di aplikasi TikTok. Dari sana ia mengikuti akun tersebut dan banyak tawaran berbagai model motor custom sesuai tren. Pun juga dengan mesin yang digunakan dengan harga bervariasi. Semakin besar cubic sentimeter (Cc) motor otomatis harganya akan lebih mahal.
“Motor custom yang saya pesan lengkap STNK dan BPKB-nya,” cetus Losta.
Pada 2023 lalu, Losta kembali memesan motor custom di luar daerah. Kali ini ia memilih tampilan motor custom basis Harley-Davidson dengan mesin Byson 150 Cc.
Losta yang seorang karyawan hotel mengaku jatuh cinta pada Harley-Davidson sejak lama. Namun, baginya memiliki Harley standar saja tidak cukup. Ia ingin sebuah motor yang benar-benar merefleksikan karakternya. Sebuah tunggangan yang, menurutnya mampu memancarkan aura ketegasan dan kemapanan.
Ia harus merogoh kocek Rp 19 juta untuk mendapat motor castom Harley Davidson dengan mesin Byson standar 150 Cc.
“Awalnya knalpotnya satu dan standar, tapi saya tambah satu lagi knalpotnya dan perbanyak besi-besi di bodinya. Jadi total yang saya habiskan sekitar Rp 25 juta untuk motor custom basis Harley Davidson ini,” urai pria Limbok Tengah ini.
Motor Byson 150 Cc telah bertransformasi menjadi sebuah bobber klasik dengan sentuhan modern. Warna hitam mendominasi bodi dengan stiker putih di tangki. Jok kulit untuk dua penumpang berwarna hitam dan knalpot kustom dengan suara menggelegar menjadi identitas baru tunggangan Losta. “Motor ini dilengkapi remot, kayak mobil. Kalau ada yang coba-coba menghidupkan alarm akan bunyi,” tuturnya.
“Setiap naik motor ini rasanya beda. Ada rasa percaya diri yang muncul, kayaknya lebih berwibawa aja,” imbuh Losta sambil tertawa.
Ia menjelaskan, proses custom memakan waktu berbulan-bulan dan ada kepuasan yang ia rasakan. Baginya, motor custom bukan hanya sekadar kendaraan, melainkan sebuah pernyataan diri.
Ia menunjukkan daya tarik Harley-Davidson bagi generasi muda tidak hanya terbatas pada performa atau mereknya semata. Ada dimensi emosional dan personal yang kuat. Di mana sebuah motor custom bisa menjadi cerminan dari ambisi dan keinginan untuk tampil beda. Bahkan untuk sekadar merasa lebih berwibawa di jalanan.
Losta percaya, sebuah motor custom memiliki aura tersendiri. Proses perancangan, pemilihan komponen, hingga perakitan membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
“Ketika kita mengendarai motor yang kita desain sendiri, ada kepuasan tersendiri dan lebih berwibawa di jalanan,” ujar Losta.
Selain soal wibawa, kenyamanan juga menjadi faktor utama. Ia bisa menyesuaikan posisi riding, tinggi setang, jok, semua sesuai dengan postur dan gaya berkendara.
“Motor terasa lebih menyatu dengan kita, dan perjalanan jauh akan lebih nyaman,” tambah Losta.
Menurutnya, motor custom memberikan kebebasan untuk mengoptimalkan ergonomi, sesuatu yang seringkali terbatas pada motor produksi massal.Namun, bukan hanya itu yang membuat Losta jatuh hati pada motor custom. Ada satu hal lain yang tak kalah penting, perhatian banyak orang.
“Setiap kali lewat, pasti ada saja yang ngelirik,” kata Losta.
Motor custom memang kerap menjadi magnet di jalanan, menarik pandangan orang dengan desainnya yang unik dan personal.
Editor : Siti Aeny Maryam