Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sebelum Dibeli Barang Bisa Dicoba Dulu, Onderdil Langka Pasar Loak Solusinya

Lombok Post Online • Minggu, 22 Juni 2025 | 15:49 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Sparepart atau onderdil sepeda motor yang ingin dimodifikasi terkadang sulit dicari.

Terutama jika kendaraan yang dimodif tergolong jadul atau keluaran lama.

Salah satu solusinya adalah Pasar Loak Cakranegara. Bagi pencinta dunia otomotif di Pualu Lombok pasar ini masih menjadi pilihan utama.

Di sana puluhan pedagang tetap setia menjajakan beragam onderdil kendaraan roda dua, mulai dari spion, velg, hingga knalpot dan sok, yang sulit ditemukan di pasaran.

Pasar yang telah beroperasi sejak puluhan tahun silam ini menjadi surga bagi para pemburu sparepart bekas. Hingga saat ini, Pasar Loak Cakranegara tetap ramai.

Salah satu pedagang yang telah puluhan tahun berjualan adalah Abdul Manan asal Lingkungan Tembelok, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Sejak 2002, pria yang akrab disapa Manan ini menggeluti usaha jual beli sparepart motor bekas.

“Semua sparepart motor kami jual. Mulai dari merek Honda, Yamaha, Suzuki, sampai yang lainnya,” ujar Manan saat ditemui Lombok Post, Kamis (19/6).

Menurutnya, mayoritas pembeli mencari onderdil variasi seperti spion, velg, hingga bagian ‘bebekan’ motor. Barang-barang tersebut didapatkan dari warga yang menjual atau menukar onderdil lamanya.

“Harganya terjangkau. Mulai dari Rp 15 ribuan untuk spion, sampai Rp 500 ribu untuk velg dan ratusan ribu untuk knalpot,” ungkapnya.

Manan mengaku, bisnis ini mengalami pasang surut. Dalam sehari, ia bisa meraup omzet hingga Rp 1 juta lebih saat permintaan tinggi. Namun tak jarang pula ia pulang tanpa hasil.

“Yang namanya usaha, pasti naik-turun. Paling berat itu waktu pandemi Covid-19. Pasar ditutup total. Banyak teman-teman sesama pedagang akhirnya banting setir,” kenangnya.

Berbeda dengan Manan, Harun, pedagang lainnya di Pasar Loak, justru merasa tantangan terberat saat ini adalah persaingan dengan e-commerce. Menurut pria asal Kelurahan Selagalas itu, belanja online membuat banyak pelanggan beralih ke platform digital karena harga yang lebih murah.

TETAP RAMAI: Suasana Pasar Loaq Cakranegara terlihat ramai didatangi warga yang mencari onderdil kendaraan motor bekas, Kamis (19/6).
TETAP RAMAI: Suasana Pasar Loaq Cakranegara terlihat ramai didatangi warga yang mencari onderdil kendaraan motor bekas, Kamis (19/6).

“Sejak ada jual beli online, penjualan menurun drastis. Tapi alhamdulillah, masih ada saja yang datang ke sini,” ucapnya.

Harun mengaku, banyak pembeli kecewa berbelanja sparepart secara online karena barang yang diterima tidak sesuai ekspektasi. “Kalau di sini, pembeli bisa langsung lihat barang. Bisa dicoba, ditukar kalau rusak. Itu yang tidak bisa mereka dapatkan di online,” tuturnya sambil melayani pembeli yang sedang mengganti ‘bebekan’ motor.

Selain para pencinta otomotif yang senang memodifikasi kendaraannya, Pasar Loak Cakranegara biasa didatangi pemilik motor yang kendaraannya rusak akibat kecelakaan. Di sini, aneka spare part murah berkualitas bisa didapatkan.

Meski tantangan semakin berat, Pasar Loak Cakranegara tetap eksis. Jumlah pedagang memang berkurang. Jika sebelum pandemi ada sekitar 17 pedagang aktif, kini tersisa sekitar 10–15 saja. Itupun tidak semua buka setiap hari.

Namun, nilai historis dan fungsinya sebagai tempat berburu onderdil langka membuat pasar ini tetap dicari. Bagi para pencinta otomotif, Pasar Loak bukan sekadar tempat belanja, tapi juga ruang nostalgia dan kreativitas modifikasi motor. "Yang paling sering dicari itu velg dan spare part variasi lainnya," tutup Harun. (ton/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#onderdil #Pedagang #otomotif #sparepart #jadul #Pasar Loak