LombokPost - Lotus Emira V6 First Edition bukan cuma penutup sebuah era. Ia adalah wujud terakhir dari DNA klasik Lotus: mobil sport bermesin tengah, manual, dan ringan, yang dibangun bukan untuk pamer angka, tapi untuk menyatu dengan jalan.
Kini, Lotus menutup babak itu dengan kejutan: Emira Jim Clark Edition, varian edisi terbatas yang hanya dibuat 60 unit di seluruh dunia sebagai penghormatan untuk legenda F1 Inggris, Jim Clark, di peringatan 60 tahun kejayaan musim 1965.
Mengusung mesin V6 3.5 liter supercharged dengan tenaga 400 hp, mobil sport manual terakhir Lotus ini mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam waktu 4,2 detik dengan kecepatan puncak hingga 274 km/jam.
Bukan sekadar kencang, Emira First Edition dibangun untuk rasa berkendara yang murni dan presisi yang menawan.
Tribute Klasik, Performa Modern
Desain eksterior Emira Jim Clark Edition dilabur warna hijau ikonik Clark Racing Green dengan garis kuning emas khas Lotus Type 38, mobil yang dipakai Jim Clark menjuarai Indianapolis 500.
Interiornya dilengkapi gear knob kayu ala 1960-an, badge tartan, dan tanda tangan Jim Clark pada dasbor.
Harga Lotus Emira edisi Jim Clark dipatok sekitar £115.000 atau Rp2,3 miliar, menjadikannya salah satu mobil sport klasik Lotus paling eksklusif saat ini. Namun sayangnya, unit ini tidak tersedia untuk pasar Amerika Serikat karena kendala bea masuk.
Turbo SE: Alternatif Harian Bertenaga
Bagi yang ingin mencicipi Emira dengan mesin yang lebih modern dan efisien, Lotus juga menghadirkan varian Emira Turbo SE bermesin 2.0 liter twin-turbo AMG dengan tenaga 360 hp.
Akselerasinya nyaris setara: 4,3 detik dari 0–100 km/jam, tapi hadir dalam transmisi otomatis dan banderol lebih ringan: £89.500 atau sekitar Rp1,8 miliar.
Emira Turbo SE menjadi opsi ideal bagi pengguna harian yang tetap ingin mencicipi DNA Lotus tanpa kehilangan kenyamanan dan efisiensi modern.
Arah Baru: Hyper Hybrid 900V
Ke depan, Lotus tak lagi menggunakan mesin Toyota atau AMG, dan beralih menuju teknologi Hyper Hybrid 900V.
Model-model selanjutnya, termasuk SUV Eletre dan mobil sport generasi baru, akan menggabungkan tenaga tinggi dengan efisiensi listrik yang canggih.
Strategi ini diambil setelah penjualan Lotus turun 42% pada kuartal pertama 2025.
Perusahaan milik Geely ini menargetkan pangsa pasar baru lewat teknologi hybrid performa tinggi, tanpa kehilangan sentuhan khas Lotus dalam hal handling dan bobot ringan.
Mobil Sport Manual Terakhir dari Lotus
Lotus Emira V6 First Edition bukan sekadar mobil sport, tapi sebuah pernyataan emosional dari warisan teknik Inggris.
Dalam bentuk Jim Clark Edition, mobil ini tampil sebagai karya seni mekanikal yang tak akan terulang, mobil sport manual terakhir dari Lotus yang dibangun untuk pengendara sejati.
Bagi kolektor atau pecinta mobil analog, inilah saatnya. Karena setelah ini, Lotus hanya akan bergerak ke masa depan, tanpa transmisi manual. (***)
Editor : Alfian Yusni