LombokPost - PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) membuktikan bahwa sinergi antara manajemen dan pekerja adalah kunci utama daya saing global.
Hal ini ditegaskan dalam prosesi penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVI periode 2026–2028 yang disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, Ph.D., di Karawang Plant, Kamis (16/4).
Momen ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan perayaan 50 tahun kehadiran Bridgestone di tanah air, sekaligus menjadi simbol harmonisasi hubungan industrial yang matang.
Baca Juga: Bridgestone Berharap GIIAS 2023 Berdampak Positif ke Industri Otomotif
Melampaui Standar Harmonis
Menaker Yassierli memberikan apresiasi tinggi terhadap pola interaksi di Bridgestone Indonesia.
Menurutnya, dari lima level maturitas hubungan industrial yakni terfragmentasi, patuh, harmonis, proaktif, dan transformatif Bridgestone telah berada di zona proaktif menuju transformatif.
“Kita ingin hubungan industrial naik kelas. Bridgestone Indonesia diharapkan bisa terus meningkatkan levelnya dan menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia,” ujar Yassierli.
Ia menekankan bahwa hubungan yang transformatif terjadi ketika pekerja dan perusahaan memiliki visi bersama.
Tentunya ini untuk meningkatkan daya saing, bukan sekadar patuh pada aturan.
Baca Juga: Setengah Abad Menjaga Aspal Indonesia! Bridgestone Rayakan Ultah ke-50 di IIMS 2026, Bocorkan Rahasia 'Dapur' Pembuatan Ban!
Jajaki Pasar Jepang hingga Amerika
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, mengungkapkan bahwa iklim kerja yang sehat berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas produk. Saat ini, ban produksi Karawang dan Bekasi telah menembus lebih dari 70 negara.
“Produk kita telah diekspor ke negara dengan standar tinggi seperti Amerika Serikat, Australia, bahkan ke negara asal Bridgestone sendiri, yaitu Jepang. Ini berkat kerja sama seluruh karyawan dan program upskilling yang berkelanjutan,” kata Mukiat.
Keunggulan kompetitif ini berpijak pada prinsip SEQCD (Safety, Environment, Quality, Cost, Delivery). Komitmen lingkungan perusahaan juga teruji dengan raihan peringkat "Emas" untuk Karawang Plant dan peringkat "Hijau" untuk Bekasi Plant dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Inovasi Ergonomi dan Filosofi 4P
Direktur HRGA Bridgestone Indonesia, Yunus Triyonggo, menambahkan bahwa Menaker juga menaruh perhatian pada praktik filosofi 4P (Policy, People, Process, Product) yang diterapkan perusahaan. Salah satu yang menonjol adalah inovasi perbaikan ergonomi di tempat kerja yang bertujuan meningkatkan kenyamanan sekaligus produktivitas karyawan.
“Kesepakatan PKB ke-16 ini kami harapkan semakin memperkuat pijakan perusahaan agar lebih kokoh menyongsong masa depan,” pungkas Yunus.
Editor : Redaksi