LombokPost – Gebrakan kontroversial datang dari raksasa otomotif Tiongkok, Great Wall Motor (GWM), melalui sub-brand ramah lingkungannya, Ora.
Pabrikan tirai bambu ini resmi mengajukan pembaruan untuk Ora Ballet Cat, mobil listrik berdesain retro-klasik yang mirp legendaris Volkswagen (VW) Beetle atau VW Kodok.
Bukan sekadar riasan visual, langkah terbaru GWM ke regulator Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) Tiongkok menyingkap rencana reposisi bisnis yang revolusioner.
Mobil klon VW Beetle ini bersiap berganti nama menjadi Ora 6, menyusul suksesornya Ora 5 dan Ora 7.
Baca Juga: Chery Fulwin T7 Incar Pasar Asia Tenggara
Perubahan identitas ini disinyalir kuat sebagai siasat taktis korporasi untuk mengurai rapor merah penjualan domestik mereka.
Diluncurkan perdana pada 2022 dengan banderol mulai Rp 500 jutaan, performa pasar Ballet Cat tergolong loyo. Akumulasi penjualannya hanya mampu menyentuh angka 8.523 unit hingga pertengahan 2026 ini.
Menyadari lemahnya penetrasi pasar, GWM melakukan rombakan besar di sektor dapur pacu. Versi facelift terbaru Ora 6 ini dipersenjatai motor listrik baru berkode QT36TZ220001.
Mesin ini mampu menyemburkan tenaga impresif hingga 201 daya kuda (dk), melonjak signifikan dibanding versi lawas yang hanya bertenaga 169 dk.
Baca Juga: Mitsubishi Luncurkan New Xforce Hybrid Electric Vehicle, Dirakit Langsung di Indonesia
Lonjakan mekanis ini mengatrol kecepatan puncak hatchback kompak tersebut dari semula 155 kilometer per jam menjadi 180 kilometer per jam.
Pasokan daya listrik murni kini dipercayakan pada baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) lansiran Svolt. Ini diproyeksikan mampu menggerakkan bodi berbobot 1,7 ton ini menjelajah sejauh 401-500 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.
Secara proporsi bodi, tiruan VW Kodok versi nirkabel ini memiliki dimensi yang cukup bongsor untuk kelas hatchback lima pintu dengan panjang 4.401 mm dan wheelbase 2.750 mm.
Tampilan luarnya menebarkan aura feminin berkat laburan warna pastel, lampu bulat ikonik, menyatu dengan spatbor lebar, serta ornamen krom berkilau khas era 1960-an.
Masuk ke dalam kabin, nuansa klasik dilebur apik dengan kemewahan modern. Pengemudi disuguhi konsol tengah berbahan kristal mewah bak kereta kencana, bersanding dengan panel instrumen layar sentuh ganda melengkung.
Di balik visual jadulnya, sistem keselamatan aktif Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) tingkat tinggi telah disematkan penuh. Hal ini untuk menjamin proteksi berkendara di jalan raya.
Baca Juga: GWM Tank 300 Terbaru Adopsi Teknologi LiDAR
Editor : Akbar Sirinawa